Tautan-tautan Akses

Komedian Perempuan Burkina Faso Tampil di Panggung


Aktris dan komedian Burkina-Faso, Roukiata Ouedraogo berpose untuk sesi foto di Paris pada 13 Maret 2019. (Foto: AFP/Stephanie De Sakutin)

Dunia hiburan komedi Burkina Faso semakin diminati dan berkembang pesat di tengah popularitas internasional komedian Perancis-Burkinabé, Roukiata Ouedraogo. Namun, pada tingkat lokal, bidang hiburan itu masih didominasi kaum laki-laki.

Roukiata Ouedraogo membantu menjembatani kesenjangan antara komedi Perancis dan Burkinabe. Ia menjadi terkenal di salah satu negara Eropa itu dan juga di negara asalnya, Burkina Faso. Akan tetapi dunia hiburan komedi Burkina Faso didominasi kaum laki-laki karena di negara itu, kaum perempuan diharapkan hanya menjadi ibu rumah tangga.

Penyelenggara Festival Tawa dan Komedi tahunan Ouagadougo berharap mengubah situasi itu melalui pelatihan.

Aktris dan komedian Burkina-Faso, Roukiata Ouedraogo berpose untuk sesi foto di Paris pada 13 Maret 2019. (Foto: AFP/Stephanie De Sakutin)
Aktris dan komedian Burkina-Faso, Roukiata Ouedraogo berpose untuk sesi foto di Paris pada 13 Maret 2019. (Foto: AFP/Stephanie De Sakutin)

“Sepanjang hari kita bekerja, bekerja di rumah. Untuk komedi, butuh waktu untuk refleksi, menulis sketsa yang bagus, cukup banyak kata-kata, untuk berbagi hal-hal yang bisa disampaikan di depan umum," kata Augusta Palenfo, penyelenggara festival komedi itu.

Sejumlah komedian laki-laki di negara di Afrika itu melatih 10 perempuan untuk penulisan naskah, improvisasi, dan cara tampil dalam pertunjukan atau festival. Mereka mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

“Ada juga masalah budaya. Di Burkina Faso, perempuan lebih pendiam - mereka tidak begitu terbuka. Kami ingin menunjukkan kehangatan itu, oksigen dalam komedi, untuk menegaskan bahwa perempuan bisa melakukannya," kata salah seorang pelatih komedian dari FIRHO, Jean Aime Bayili.

Sejumlah komedian perempuan juga berharap dapat membantu Burkina Faso, negara Afrika yang sarat ketidakamanan dan pengungsian, agar dapat tertawa kembali.

Aktor Perancis Hugo Becker, aktris Burkina Faso Roukiata Ouedraogo, dan sejawatnya berpose dalam sesi pemotretan di Francophone Angouleme Film ke-12 Festival pada 20 Agustus 2019, di Angouleme, Perancis barat. (Foto: AFP/Yohan BONNET)
Aktor Perancis Hugo Becker, aktris Burkina Faso Roukiata Ouedraogo, dan sejawatnya berpose dalam sesi pemotretan di Francophone Angouleme Film ke-12 Festival pada 20 Agustus 2019, di Angouleme, Perancis barat. (Foto: AFP/Yohan BONNET)

“Anda mengungsi, tanpa rumah, dan tidak lagi memiliki desa, Anda juga tidak lagi mempunyai orang tua. Di sana, Anda sedih dan nyaris berharap Anda mati. Bagi mereka yang berada dalam keadaan seperti itu, tawaran untuk tertawa sejenak – walaupun sedetik saja, akan memberi secercah harapan," kata Salah seorang komedian perempuan yang masih amatir, Patricia M’Bailede.

Begitu panggung siap, pertunjukan bisa dimulai. Komedian amatir, Philomaine Nanema mengatakan, “Banyak hal yang ingin disampaikan oleh kaum perempuan. Mereka harus mampu bersuara bagi mereka yang tidak bersuara. Perempuan harus menjadi bagian dari adegan dalam komedi karena humor mengandung pesan.”

Pengalaman tersebut menumbuhkan rasa percaya diri pada kaum perempuan dan peluang karir sebagai komedian perempuan terkemuka di Burkina Faso. [mg/ka]

XS
SM
MD
LG