Tautan-tautan Akses

Ruang Kerja Bersama di Pakistan Bantu Bisnis Perempuan


Seorang pengacara Pakistan Shandana Naeem, kanan, sedang menelepon bersama rekannya Nayab Hassan di kantor mereka di Peshawar, 28 Maret 2017. (Foto: AP)

Dulu, mendirikan sebuah bisnis jenis apapun perlu riset pasar yang luas dan ruang kantor untuk bertemu dengan calon klien. Tapi era kantor besar mungkin akan berakhir. Di Pakistan, kini semakin banyak ruang kerja bersama di Pakistan untuk membantu para pengusaha perempuan.

Sara Ali mengembangkan platform IT untuk meningkatkan komunikasi antara warga dan pemerintah. Perusahaan rintisannya masih terlalu kecil untuk berinvestasi di kantor, tapi terlalu besar untuk beroperasi dari rumah. Karenanya, dia memilih ruang kerja bersama di Islamabad yang bernama 'We-Create'.

"Ini tempat yang bagus dan terjangkau. Karena baru mulai membangun bisnis rintisan, kami harus meyesuaikan dengan anggaran yang tersedia," kata Sara Ali.

'We-Create' didirikan pada 2014. Selain internet, kantor dan ruang konferensi, 'We-Create' juga menyediakan pelatihan kewirausahaan, kata Direktur Eksekutif Zeeshan Shahid.

"Menciptakan ruang perkantoran adalah tantangan besar bagi perempuan di Pakistan. Mereka biasanya menghadapi begitu banyak kesulitan operasional, sehingga urusan pengembangan bisnis dan manajemen operasi terabaikan. Maka itu, kami menciptakan fasilitas lengkap untuk membantu mereka," kata Zeeshan Shahid.

Sebagian pengusaha, seperti Andaleeb Jaab, datang dari kawasan terpencil untuk memanfaatkan seminar dan pelatihan di 'We-Create'.

"Kami mempelajari cara mewujudkan ide menjadi bisnis, bagaimana menghargai ide di bursa kerja, dan bagaimana memanfaatkannya. Saya perlu pelatihan untuk belajar mengajukan ide," kata Andaleeb Jaan.

Di negara konservatif seperti Pakistan, jutaan perempuan bercita-cita memiliki bisnis sendiri. Sejauh ini, lebih dari 30 perempuan telah meluncurkan bisnis yang dioperasikan dari 'We-Create', meramaikan bursa kerja yang didominasi laki-laki. [vm/ii]

XS
SM
MD
LG