Tautan-tautan Akses

KNKT Kirim Suku Cadang Sriwijaya Air ke AS dan Inggris Untuk Diteliti


Petugas polisi membawa sebagian pesawat yang ditemukan dari Laut Jawa di mana sebuah jet penumpang Sriwijaya Air jatuh, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin, 11 Januari 2021. (Foto: AP)

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Selasa (2/2), mengatakan pihaknya telah mengirimkan lima komponen pesawat nahas Sriwijaya Air SJ182 ke Amerika Serikat dan Inggris untuk diperiksa. Komponen termasuk unit autothrottle yang mengontrol tenaga mesin secara otomatis.

Boeing Co 737-500 yang berusia 26 tahun jatuh ke Laut Jawa tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada 9 Januari, menewaskan 62 orang di dalamnya.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan kepada Reuters, komponen tersebut telah dikirim untuk diperiksa guna membantu mengetahui mengapa parameter autothrottle berubah. Dia tidak mengidentifikasi bagian lainnya.

Perekam data penerbangan (FDR) pesawat telah ditemukan dan dibaca oleh penyelidik. Namun, unit perekam suara (CVR) kokpit masih terus dilakukan karena alat tersebut akan membantu menjelaskan apakah ada faktor kesalahan manusia di balik kecelakaan itu.

“Kalau kita hanya punya FDR, kita tidak tahu kenapa parameternya berubah, apa alasannya,” ujarnya tentang autothrottle. "Kami membutuhkan konfirmasi dari komponen yang kami kirim ke AS dan Inggris serta CVR."

KNKT mengatakan bulan lalu sedang menyelidiki apakah masalah dengan sistem autothrottle berkontribusi pada kecelakaan itu mengingat masalah itu telah dilaporkan pada penerbangan beberapa hari sebelumnya.

Pesawat diizinkan terbang dengan sistem autothrottle yang tidak berfungsi selama pilot dapat mengontrolnya secara manual.

KNKT, kata Tjahjono, berencana untuk segera mengeluarkan laporan awal kecelakaan itu pada 9 Februari.

Mengutip sumber yang dekat dengan penyelidikan, Wall Street Journal (WSJ) pada bulan lalu melaporkan data FDR menunjukkan sistem autothrottle tidak beroperasi dengan baik di salah satu mesin pesawat saat lepas landas ketika erangkat dari Jakarta.

Alih-alih mematikan sistem, sebagaimana dilansir dari WSJ, FDR mengindikasikan pilot mencoba untuk membuat throttle yang macet berfungsi. Itu bisa menciptakan perbedaan tenaga yang signifikan antar mesin, membuat jet lebih sulit dikendalikan.

Tjahjono mengatakan, laporan WSJ tidak benar. KNKT akan memberikan lebih banyak informasi pada laporan awalnya nanti. [ah/au]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG