Tautan-tautan Akses

Klaster Perkantoran Sumbang 75% Kasus Corona di Gorontalo


Seorang pria mengenakan masker pelindung wajah, berjalan di kawasan bisnis, Jakarta, Indonesia, 8 Juni 2020. (Foto: REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana)

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo mengungkapkan 75 persen kasus penularan virus corona di wilayah itu terjadi di perkantoran, terbanyak berada di fasilitas pelayanan kesehatan, kantor pemerintah daerah dan kepolisian.

Klaster Perkantoran menjadi kontributor terbesar kasus terkonfirmasi Covid-19 di Provinsi Gorontalo. Dokter Triyanto S Bialangi, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Gorontalo menerangkan secara kumulatif pada 25 Agustus 2020, kasus terkonfirmasi virus corona di provinsi itu berjumlah 1.970. Dari jumlah itu sebanyak 75 persen atau 1.477 adalah pekerja kantor.

“Dari pekerja kantor yang 75 persen ini, 34,5 persen di fasilitas pelayanan kesehatan, dan 26,6 persen di kantor pemerintah daerah,” ungkap Triyanto dalam dialog bertema Waspada Penularan Covid-19 Klaster Perkantoran, Jumat (28/8). Triyanto menambahkan urutan ketiga di klaster perkantoran adalah kepolisian, yaitu sebanyak 18,2 persen.

Tenaga kesehatan yang tertular virus corona di fasilitas pelayanan kesehatan adalah perawat (48,6 persen), dokter (15,5 persen) dan bidan (13 persen).

Grafik Persentase Kasus COVID-19 berdasarkan jenis pekerjaan dan lokasi tempat bekerja di Provinsi Gorontalo. (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Grafik Persentase Kasus COVID-19 berdasarkan jenis pekerjaan dan lokasi tempat bekerja di Provinsi Gorontalo. (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Gorontalo, Zukri Surotinojo, mengatakan asal muasal penularan di klaster perkantoran kemungkinan rumah atau perjalanan ke atau dari kantor. Pihaknya mendorong agar dilakukan pengawasan ketat terhadap penerapan protokol kesehatan di kantor-kantor pemerintah khususnya di fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah itu.

Klaster Perkantoran Sumbang 75% Kasus Corona di Gorontalo
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:37 0:00

“Kalaupun kita WFH-kan (kerja dari rumah) serba salah juga. Layanan kesehatan kalau kita WFH-kan apa yang terjadi? Tidak ada pelayanan Sehingga kita akan lihat, kaji apakah penerapan protokol kesehatan misalnya di tempat pelayanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit itu betul-betul diterapkan atau tidak, karena memang jumlahnya paling tinggi ada di situ,” kata Zukri.

Zukri Surotinojo, Kepala BKD Provinsi Gorontalo ingatkan pentingnya penerapanan protokol kesehatan di perkantoran. (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Zukri Surotinojo, Kepala BKD Provinsi Gorontalo ingatkan pentingnya penerapanan protokol kesehatan di perkantoran. (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Pihaknya juga akan mengkaji apakah perlu memberlakukan kembali kebijakan bekerja dari rumah untuk satuan kerja perangkat daerah tertentu untuk mencegah penularan virus corona di perkantoran.

Tingkat Kesembuhan di atas 80 persen

Data terakhir yang dirilis oleh Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo pada Senin, 31 Agustus 2020 menyebutkan data kumulatif jumlah terpapar positif Covid-19 berjumlah 2.054. Dari jumlah itu 1.795 (87 persen) dinyatakan sembuh, 205 dirawat dan 54 meninggal dunia.

Grafik tenaga kesehatan yang terpapar virus corona di Gorontalo yang 48,6 persen adalah tenaga perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. (Foto: VOA/Yoanes Litha)
Grafik tenaga kesehatan yang terpapar virus corona di Gorontalo yang 48,6 persen adalah tenaga perawat di fasilitas pelayanan kesehatan. (Foto: VOA/Yoanes Litha)

Di Provinsi Gorontalo masih terdapat tiga kabupaten dan satu kota yang berada dalam zona merah (risiko tinggi) penularan virus corona, yaitu Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Gorontalo Utara dan Kota Gorontalo. Dua kabupaten lain yaitu Pohuwato dan Boalemo sudah berada dalam zona kuning (risiko rendah). [yl/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG