Tautan-tautan Akses

AS

Klaim Tunjangan Pengangguran AS Turun, tetapi Secara Historis Masih Tinggi


Warga AS antre untuk mengajukan tunjangan pengangguran di Frankfort, Kentucky (foto: dok).

787.000 pekerja AS lainnya telah mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu, demikian laporan Departemen Tenaga Kerja AS, Kamis, sementara krisis virus korona terus menekan pasar tenaga kerja Amerika, sembilan bulan setelah pandemi melanda AS.

Total pengajuan mingguan terbaru berkurang 19.000 dari angka musiman yang sudah direvisi dari minggu sebelumnya tetapi konsisten dengan jumlah klaim selama beberapa bulan terakhir.

Angka mingguan baru-baru ini jauh di bawah angka 6,9 juta klaim yang diajukan pada akhir Maret ketika pandemi terjadi di AS tetapi tetap di atas tingkat tertinggi pra-pandemi tertinggi yang dicatat sejak 1960-an.

Hampir 10 juta dari 22 juta pekerja yang kehilangan pekerjaan tetap, menganggur di AS. Tingkat pengangguran pada November 6,7% dan banyak ekonom mengatakan angka tersebut bisa meningkat selama berbulan-bulan. Perekrutan di bulan November melambat selama lima bulan berturut-turut, dengan pemberi kerja menambahkan lapangan pekerjaan paling sedikit sejak April.

Pengusaha AS telah memanggil kembali jutaan pekerja yang di-PHK selama penutupan bisnis awal tahun ini, namun beberapa bisnis yang sangat terpukul lamban meningkatkan operasi mereka lagi atau ditutup secara permanen. Ini membuat pekerja menganggur atau mencari pekerjaan baru sementara kasus virus corona melonjak puluhan ribu sehari.

Beberapa pejabat negara bagian dan kota telah memberlakukan pembatasan baru pada bisnis, memaksa pemilik usaha kembali memberhentikan pekerja.

Namun, pekerja yang menganggur di AS akan segera mendapat bantuan finansial.

Presiden Donald Trump Minggu lalu menandatangani undang-undang kesepakatan bantuan virus korona senilai $ 900 miliar yang mencakup tunjangan pengangguran federal senilai $ 300 seminggu selama 11 minggu ke depan, melebihi tunjangan pengangguran negara bagian yang kurang dermawan.

Presiden terpilih Joe Biden, yang akan dilantik 20 Januari, menyebut paket bantuan itu sebagai "uang muka" dan mengatakan ia akan mengusulkan anggaran yang lebih besar ketika ia menjabat. [my/jm]

XS
SM
MD
LG