Tautan-tautan Akses

Badan Keuangan Syariah Global Buat Standar Dewan Syariah Tersentralisasi


Seorang staf bank syariah berbicara dengan nasabah dalam sebuah festival ekonomi syariah di Jakarta. (Foto: Dok)

Malaysia, Indonesia dan Pakistan telah melakukan sentralisasi dewan syariah namun cara beroperasinya masih beragam.

Sebuah badan global untuk keuangan syariah telah mengeluarkan standar rancangan untuk dewan-dewan syariah yang tersentralisasi, yang bertujuan untuk meningkatkan tata kelola perusahaan dalam industri ini dan meningkatkan daya tarik konsumen terhadap produk-produk keuangan syariah.

Rancangan tersebut muncul di saat bank-bank syariah mencoba memperluas daya tarik mereka kepada para konsumen di pasar-pasar utama di Timur Tengah dan Asia Tenggara, sambil membuka pasar-pasar baru, terutama di Afrika.

Bank-bank Islam secara tradisional telah membentuk dewan syariah internal, merekrut cendekiawan untuk menentukan apakah produk-produk mereka mematuhi aturan agama.

Pengaturan sendiri itu terbukti berguna dalam tahun-tahun awal dalam industri ini, tapi pembentukan dewan-dewan syariah independen di tingkat nasional untuk mendorong transaksi-transaksi homogen yang strukturnya murah dan cepat semakin menarik.

Organisasi Akuntansi dan Audit untuk Institusi-institusi Keuangan Syariah (AAOIFI) sedang mencari masukan dari industri terhadap rancangan itu sampai akhir bulan, sebelum memberlakukan versi final mulai Januari 2018.

AAOIFI yang berbasis di Bahrain mengatakan standar itu akan mendorong konvergensi praktik-praktik industri dengan menhindari aturan-aturan yang saling mengkontradiksi dan menumbuhkan konsistensi di seluruh produk dan layanan.

Malaysia, Indonesia dan Pakistan telah melakukan sentralisasi dewan syariahnya, namun cara beroperasinya masih beragam. [hd]

XS
SM
MD
LG