Tautan-tautan Akses

AS

Kesaksian Mueller di Kongres Perdalam Perpecahan Politik


Mantan penasihat khusus Robert Mueller di Gedung Capitol di Washington, D.C., 24 Juli 2019.

Dalam iklim politik yang sangat terpecah, fraksi Demokrat dan fraksi Republik berharap kesaksian penyidik khusus Robert Mueller di hadapan dua komisi DPR AS menjadi momen menentukan bagi pemerintahan Trump.

Dalam sidang kesaksian yang berlangsung Rabu (24/7), kedua partai tampak berusaha menggali lebih dalam isu mengenai apakah presiden harus atau tidak harus dimakzulkan. Reporter VOA Katherine Gypson melaporkan, debat mengenai campur tangan Rusia pada pemilu 2016 tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Perhatian tercurah pada Kongres AS, Rabu kemarin (24/7). Banyak anak muda tak sungkan tidur di lorong-lorong Gedung Kongres pada malam sebelumnya agar mereka mendapat kesempatan pada keesokan harinya berada dalam ruang sidang di mana penyidik khusus Mueller untuk pertama kalinya berbicara di hadapan publik.

Di berbagai penjuru Amerika, tak sedikit pula yang meluangkan waktu untuk menonton kesaksian Mueller yang ditayangkan televisi secara nasional.

Kesaksian Mueller di Kongres Perdalam Perpecahan Politik
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:01 0:00

Fraksi Demokrat di DPR senang bahwa sidang kesaksian Mueller berlangsung sesuai rencana.

David Cicilline Anggota DPR dari fraksi Demokrat mengatakan, "Saya kira tidak diragukan lagi bahwa dalam sidang kesaksian ini, kita menyaksikan banyak bukti pelanggaran hukum yang dilakukan oleh presiden Amerika Serikat diungkapkan secara rinci oleh penyidik khusus.”

Fraksi Demokrat ingin rincian itu ditayangkan secara langsung melalui televisi ke berbagai penjuru Amerika dengan harapan itu akan membantu mereka membangun kasus untuk melakukan penyelidikan terhadap Trump dan pemerintahannya.

Jamie Raskin, anggota DPR lain dari fraksi Demokrat menuturkan, “Ia berusaha menghalangi penyelidikan atas pelanggaran hukum yang dituduhkan kepadanya. Itu tidak dapat dibenarkan, dan kini seluruh negeri dapat menyaksikannya.”

Anggota DPR AS, Mark Meadows.
Anggota DPR AS, Mark Meadows.

Namun sejumlah anggota fraksi Republik memiliki pendapat berbeda. Anggota DPR Mark Meadows, contohnya, berpendapat, kesaksian Mueller itu justru mengecilkan peluang fraksi Demokrat.

"Saya kira fakta bahwa Robert Mueller tidak terlihat begitu menguasai laporan yang ditulisnya sendiri menunjukkan tidak adanya pemahaman kokoh atas apa yang tertulis dalam laporan sepanjang 448 halaman itu,” kata Meadow.

Fraksi Republik juga menuding Mueller menghindari pertanyaan penting mengenai asal muasal munculnya penyelidikan. Matt Gaetz, anggota DPR dari fraksi Republik, berpendapat, "Saya melihat Mueller secara intelektual terlihat kacau dan seringkali bingung. Ia menghindari pertanyaan-pertanyaan mendasar mengenai aktivitas Rusia dan orang-orang Rusia berkepentingan yang terkait dengan Demokrat dan gerakan anti-Trump.”

Hingga saat ini telah lebih dari 90 anggota fraksi Demokrat di DPR yang menyerukan pemakzulan. Ketua DPR Nancy Pelosi menilai, kesaksain Mueller merupakan momen penting bagi bangkitnya kesadaran Amerika atas kejahatan-kejahatan yang dilakukan Trump. Namun ia mengatakan, langkah untuk memakzulkan hanya akan dilangsungkan setelah fraksi Demokrat mendapat semua informasi yang diperlukan dari kasus-kasus yang saat ini masih disidangkan di pengadilan.

"Sewaktu kami melakukannya, kami ingin itu bisa menyatukan negara, bukan memecah belah. Itulah alasan mengapa kami ingin kasus ini sekuat mungkin,” ujarnya.

Dengan hanya dua hari tersisa sebelum rehat Kongres pada musim panas, langkah memakzulkan presiden bisa dipastikan tidak akan segera berlangsung. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG