Tautan-tautan Akses

Keraguan Baru tentang Masa Depan Kesepakatan AS-Taliban


Tentara Amerika Serikat di Kamp Leatherneck, di Lashkar Gah, Provinsi Helmand, Afghanistan, 29 April 2017. (Foto: AFP)

Data intelijen yang disusun PBB menunjukkan negara-negara anggota semakin meragukan niat Taliban mematuhi persyaratan perjanjian yang penting dengan Amerika yang seharusnya membuka peluang mengakhiri perang selama hampir 20 tahun di Afghanistan.

Penilaian dalam laporan terbaru Tim Pemantau Sanksi PBB itu tidak hanya menunjukkan peningkatan serangan Taliban yang berkelanjutan terhadap pasukan Afghanistan, tetapi juga terhadap pesan internal kelompok itu, yang tetap “garis keras.”

Laporan PBB itu menyatakan dukungan internasional bagi pasukan Afghanistan, khususnya "dukungan udara berkelanjutan" dari koalisi pimpinan Amerika, sangat penting untuk menjaga agar pasukan Taliban menjauh.

Pejabat-pejabat Amerika berhenti berbagi data tentang apa yang disebut penilaian stabilitas tingkat distrik pada 2019, dengan alasan itu adalah "pengambilan keputusan yang terbatas."

Namun data PBB tampaknya selaras dengan penilaian yang diberikan kepada inspektur jenderal khusus Amerika bagi rekonstruksi Afghanistan pada akhir 2018 dan awal 2019, yang menunjukkan pasukan Afghanistan secara perlahan kehilangan kendali atas semakin banyak distrik.[ka/pp]

XS
SM
MD
LG