Tautan-tautan Akses

Kota Kendari – Sulawesi Tenggara dan Padang – Sumatera Barat hari Rabu (31/5) dilanda banjir dan tanah longsor. Hujan lebat, angin kencang dan buruknya drainase kedua kota itu ditengarai memicu terjadinya bencana tersebut.

Meluapnya Sungai Wanggu dan buruknya saluran drainase di Kendari membuat 14 kelurahan di empat kecamatan, yaitu Kendari, Kendari Barat, Mondonga dan Kadia; terendam banjir. Tanah longsor pun terjadi di beberapa tempat. Sedikitnya satu orang meninggal, sementara dua lainnya luka-luka akibat tertimbun longsor dan pohon tumbang.

Sementara, hujan lebat dan angin kencang yang melanda kota Padang memicu banjir, pohon tumbang, dan tanah longsor di sembilan kecamatan, yaitu: Padang Selatan, Padang Utara, Nanggalo, Padang Utara, Padang Barat, Padang Timur, Lubuk Begalung, Kuranji dan Bungtekab. Ketinggian banjir yang mencapai antara 50 – 100 sentimeter membuat sekitar 285 jiwa terpaksa mengungsi. Sejumlah sekolah yang terendam banjir juga memaksa 140 ribu siswa sekolah dasar dan menengah pertama diliburkan.

Menurut informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat sebagaimana diterima VOA beberapa saat lalu, banjir paling parah terjadi di Jondul Rawang, kecamatan Padang Panjang, di mana ketinggian banjir mencapai 1,5 meter.

Situasi di kota Padang saat ini. (Foto courtesy: BNPB).
Situasi di kota Padang saat ini. (Foto courtesy: BNPB).

BPBD di kedua kota – Kendari dan Padang – bersama pasukan gabungan TNI/Polri, Basarnas, Satuan Kerja Perangkat Daerah SKPD, Palang Merah Indonesia PMI dan relawan kerja bahu-membahu menyelamatkan korban, baik dengan melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman, maupun membagikan makanan siap saji.

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika BMKG memperkirakan tingginya pemanasan dan gabungan beragam fenomena alam membuat periode Juni-Juli rawan petir dan angin kencang. Peningkatan hujan diperkirakan akan terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

Sementara peningkatan gelombang laut antara 2,5 hingga 4 meter diperkirakan akan terjadi di perairan barat Aceh, Pulau Simeuleu hingga Kepulauan Mentawai, perairan selatan Jawa hingga Pulau Sumba, perairan selatan Pulau Sawu, samudera Hindia di bagian barat Sumatera hingga selatan NTT, Laut Timor, Laut Banda, perairan BauBau di Kepulauan Wakatobi, perairan selatan Kepulauan Kei hingga Kepulauan Aru, perairan Kepulauan Sermata hingga Kepulauan Leti, perairan Kepulauan Babar hinga Kepulauan Tanimbar, dan Laut Arafuru.

Kepala Pusat Data Informasi & Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana BNPB menghimbau seluruh masyarakat untuk siaga menghadapi cuaca ekstrem akibat beragam fenomena, yang berpotensi menimbulkan bencana. [em]

XS
SM
MD
LG