Tautan-tautan Akses

Kemlu Sosialisasi Peluncuran Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri

  • Puspita Sariwati

Staf Ahli Menteri Luar Negeri, Niniek Kun Naryatie (kiri) ketika memberikan penjelasan mengenai peluncuran KMILN di depan masyarakat Indonesia di KBRI Washington DC Sabtu (9/9) malam. (Foto: Facebook KBRI Washington DC).

Untuk melayani WNI maupun eks WNI yang tinggal di luar negeri, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri meluncurkan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) pada 21 Agustus 2017.

Berkaitan dengan itu, Staf Ahli Menlu, Niniek Kun Naryatie menjelaskan tentang KMILN di KBRI Washington DC hari Sabtu malam (9 September).

KMILN dibuat berdasarkan masukan dari Kongres Diaspora Indonesia 2012 di Los Angeles. Masyarakat Indonesia yang sudah lama tinggal di LN tidak mempunyai KTP lagi, sehingga mengalami kesulitan sewaktu mereka pulang ke Indonesia untuk membuka rekening bank, jual-beli rumah, dan sebagainya.

Maka berdasarkan Pepres no.56 tahun 2015, dan penggodokan selama satu setengah tahun tentang dasar-dasar hukumnya, dianggap perlu untuk memberikan KMILN bagi mereka.

Dalam penjelasannya, Niniek Kun Naryatie mengatakan, KMILN adalah tanda pengenal warga Indonesia baik yang WNI, eks WNI maupun anak WNA dengan orangtua WNI. Kartu digital itu akan berisi nama, alamat, dan pekerjaan pemegang kartu.

“Semua pemegang kartu ini nantinya masyarakat Indonesia yang tinggal di LN dapat diterima, jadi tidak harus memberikan KTP, tetapi tinggal memberikan KMILN ini, izin tinggal, izin kerja. Memang kedengarannya aneh, WNI kok harus punya izin-izin itu, tapi bagi mereka yang sudah lama tinggal di LN kan tidak mempunyai KTP lagi dan seterusnya,” jelas Niniek.

Pembuatan KMILN ini dilakukan secara online dan tidak dipungut biaya apapun, seperti ditegaskan Niniek.

“Tidak serupiahpun. Barang siapa yang dikenakan biaya, bisa Bapak/Ibu laporkan. Persyaratan yang diperlukan untuk membuat KTP di Indonesia maka KMILN bisa menjadi persyaratan yang bisa diterima.”

Acara sosialisasi KMILN ini disambut baik oleh sekitar 150 warga Indonesia yang hadir, di antaranya Erna Widayanti yang sudah puluhan tahun menjadi warga negara Amerika.

“Waktu saya pulang dua bulan lalu ke Indonesia, saya mau membuka rekening bank tidak bisa, karena dengan paspor mereka tidak mau menerima. Nah, dengan adanya KMILN ini saya sangat berharap saya bisa membuka rekening bank,” ujar Erna.

Seorang mahasiswa, Marcel Adi Putra yang sedang kuliah di American University, juga menyambut baik KMILN.

“Akhirnya sekarang ada perhatian lebih dari pemerintah Indonesia, baik untuk WNI maupun WNI yang sudah menjadi WNA. Jadi perlu dihargai juga sih upaya proaktif dari pemerintah ini, bagus!,” puji Marcel.

Masa berlaku KMILN selama dua tahun dan bisa diperpanjang ataupun diubah jika pemegang kartu pindah alamat atau pindah ke negara lain. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG