Tautan-tautan Akses

Kementerian Kesehatan Uganda Konfirmasi Kasus Ebola dari Kongo


Petugas kesehatan berjaga di desa Mirami, Mpondwe, perbatasan antara Uganda dan Republik Demokratik Kongo, 14 Juni 2019. (Foto: dok).

Kementerian Kesehatan Uganda, Kamis malam (30/8) mengukuhkan terjadinya sebuah kasus Ebola yang dialami oleh seorang anak perempuan berusia 9 tahun yang menyeberang ke Uganda. Kasus ini sedang ditangani di Unit Isolasi Ebola di distrik Kasese.

Kementerian Kesehatan Uganda telah mengkonfirmasi kasus virus Ebola di distrik Kasese di bagian barat negara itu.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Kamis malam, Dr. Joyce Moriku Kaducu, Menteri Negara Bidang Perawatan Kesehatan mengatakan, “kasus yang dikonfirmasi itu menjangkiti seorang anak wanita berusia sembilan tahun berasal dari Kongo yang masuk ke Uganda bersama ibunya pada hari Rabu.”

Anak itu dan ibunya memasuki Uganda melalui pos perbatasan utama Mpondwe untuk mencari pengobatan.

Anak tersebut dilaporkan memiliki gejala seperti demam tinggi, rasa lemah pada sekujur tubuh, bintil-bintil merah atau ruam pada kulit dan pendarahan pada mulut yang tidak dapat dijelaskan.

Sampel darah diambil dan dikirim untuk diperiksa di Lembaga Penelitian virus Uganda dan dikonfirmasi positif Ebola pada hari Kamis.

“Dia kemudian diisolasi dan dipindahkan ke unit perawatan Ebola rumah sakit Bwera di mana dia saat ini sedang menjalani pengobatan,” kata Dr Moriku.

Ini adalah kasus kedua Ebola yang dikukuhkan menjangkiti orang yang melintasi perbatasan ke Uganda. Pada bulan Juni, seorang bocah laki-laki berusia 5 tahun meninggal di Uganda setelah menyeberang ke negara itu bersama keluarganya dari Republik Demokratik Kongo di mana lebih dari 1.800 orang telah meninggal karena penyakit itu sejak Agustus 2018.

Kementerian Kesehatan Uganda kini mengulangi seruan agar warga bekerja sama dengan petugas kesehatan, petugas imigrasi dan keamanan, “untuk memastikan pemeriksaan yang efektif di semua titik masuk untuk mencegah penyebaran Ebola ke bagian lain negara itu.”

Kasus ini muncul selagi dilakukan percobaan vaksin Ebola yang oleh para ilmuwan di Uganda dalam upaya untuk mencegah penyebaran penyakit itu.

Vaksin baru itu diproduksi oleh Janssen Pharmaceutical, sebuah perusahaan farmasi milik Johnson and Johnson yang berbasis di Amerika. Vaksin itu akan diberikan pada pekerja kesehatan, para pengemudi ambulans, dan para petugas penguburan dan pembersian korban Ebola. Percobaan ini diperkirakan akan memakan waktu dua tahun dan mencakup 800 orang di distrik Mbarara di Uganda barat daya. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG