Tautan-tautan Akses

Kematian Akibat COVID Naik di Moskow, Afsel Berlakukan Pembatasan


Petugas kepolisian mengenakan masker wajah berpatroli dalam hari peringatan kemenangan Rusia atas Nazi pada Perang Dunia II di tengah pandemi virus corona, di Moskow, Rusia, 9 Mei 2020. (Foto: Reuters)

Moskow pada Minggu (27/6) mencatat kematian akibat virus corona terbanyak dalam sehari dan Afrika Selatan memberlakukan pembatasan sosial selama dua minggu guna mengatasi lonjakan varian Delta yang sangat menular.

Indonesia mengalami infeksi terbanyak dalam sehari yaitu 21.000 sementara negara-negara di kawasan Asia Tenggara memperpanjang atau memberlakukan pembatasan untuk mengatasi gelombang kasus baru.

Meski gerakan vaksinasi telah menurunkan jumlah infeksi di banyak negara kaya, varian Delta masih menimbulkan kekhawatiran.

Varian itu kini ada di 85 negara dan paling menular dibandingkan varian COVID-19 apapun sejauh ini, menurut WHO.

Sementara banyak bagian Eropa dan AS melonggarkan pembatasan karena keberhasilan program vaksinasi, Rusia bergulat dengan gelombang ketiga yang mematikan.

Moskow pada Minggu (27/6) mencatat 144 kematian akibat COVID-19 dalam 24 jam belakangan.

Rusia mengalami lonjakan infeksi baru sejak pertengahan Juni karena varian Delta. Para pejabat di Moskow berusaha mendorong warga yang meragukan vaksin, untuk segera disuntik.

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan pembatasan baru dalam pidato yang disiarkan TV pada Minggu (27/6). Negara itu, katanya, "menghadapi lonjakan infeksi yang sangat besar."

Pemerintah melarang penjualan alkohol, dan semua perkumpulan kecuali untuk pemakaman, maksimal 50 orang. Jam malam diperpanjang satu jam, dan restoran hanya boleh melayani pesan antar atau ambil di tempat.

Lonjakan infeksi juga terjadi di seluruh Asia Tenggara. Indonesia bahkan mencatat penambahan kasus terbanyak dalam sehari yaitu lebih dari 21.000. Berbagai rumah sakit dibanjiri pasien di Jakarta dan kota-kota lain. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG