Tautan-tautan Akses

KCNA: Kerjasama AS dan Sekutu Langkah Menuju 'NATO Asia'


Sejumlah jet tempur milik Korea Selatan dan AS terbang membentuk formasi taktis dalam latihan militer gabungan kedua negara pada 7 Juni 2022. (Foto: South Korean Defence Ministry/AFP)

Latihan militer gabungan antara Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang memiliki "tujuan jahat" terhadap Korea Utara dan merupakan bagian dari awal yang berbahaya bagi pembentukan "NATO versi Asia," kata kantor berita resmi Korea Utara KCNA, pada Rabu (29/6).

Laporan KCNA tersebut datang beberapa jam sebelum para pemimpin Korea Selatan dan Jepang datang menghadiri KTT tahunan NATO sebagai pengamat untuk pertama kalinya. Kedua pemimpin negara tersebut juga akan bertemu dengan Presiden AS Joe Biden untuk membahas masalah Korea Utara, di mana pertemuan itu menjadi pertemuan puncak trilateral pertama sejak 2017.

Dalam pernyataan serupa pada akhir pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan latihan tersebut menunjukkan kemunafikan akan tawaran AS untuk terlibat dalam jalinan diplomatik dan dialog tanpa prasyarat.

Korea Utara telah melakukan uji coba rudal dalam jumlah yang melampaui rekor pada tahun ini, termasuk rudal balistik terbesar antarbenua. Terdapat kekhawatiran bahwa Korea Utara dapat bersiap untuk menguji senjata nuklir untuk pertama kalinya sejak 2017.

Korea Selatan dan Jepang merupakan sekutu Amerika Serikat, tetapi hubungan kedua negara itu tegang akibat sejarah pendudukan Jepang di Korea dari tahun 1910-1945. Pihak Washington sendiri telah mendorong Seoul dan Tokyo untuk lebih bekerja sama dalam menghadapi ancaman dari Korea Utara, serta untuk melawan meningkatnya pengaruh China.

“Skema pembentukan aliansi militer AS-Jepang-Korea Selatan, yang dimotivasi oleh beralihnya Jepang dan Korea Selatan menjadi pendukung Amerika Serikat, jelas merupakan awal yang berbahaya bagi pembentukan 'NATO versi Asia'," kata KCNA, seraya menuduh Washington mengobarkan Perang Dingin baru. [ka/rs]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG