Tautan-tautan Akses

Kate dan Meghan Jadi Target Komentar Kasar, Kerajaan Inggris Rilis Protokol Baru


Pangeran Harry dan Meghan, Duchess of Sussex, bersama anggota kerajaan lainnya, memandang ke halaman istana dari balkon Istana Buckingham. London, Inggris, 9 Juni 2018 (foto: Reuters/Peter Nicholls)

Keluarga kerajaan Inggris meerilis protokol baru pada Senin (4/3) bagi pengikut sosial media mereka, meminta kebijaksanaan dan memperingati kemungkinan adanya tindakan hukum menyusul maraknya komentar kasar, yang biasanya ditujukan kepada istri Pangeran Harry, Meghan Markle.

Ungkapan kasar dan bahkan mengancam sering ditemukan di kolom komentar dan beranda Twitter akun keluarga kerajaan, dengan Kate dan Meghan yang biasanya menjadi target.

Mengungkap “Pedoman Komunitas Media Sosial” mereka, Buckingham Palace, Clarence House dan Kensington Palace – kantor bagi ratu, putranya sekaligus pewaris takhta Pangeran Charles, dan William serta Harry - menguraikan perilaku apa saja yang mereka harapkan dari pengikut akun media sosial mereka.

“Kami meminta siapapun yang terlibat dengan saluran media sosial kami untuk menunjukkan sopan santun, kebaikan dan rasa hormat kepada semua anggota komunitas media sosial kami,” kata pedoman tersebut.

Mereka juga menyatakan bahwa komentar yang ditulis tidak boleh bersifat memfitnah, cabul, mengancam, atau kasar; diskriminatif dengan cara apapun; di luar topik, tidak relevan atau tak dapat dipahami serta tidak mengandung iklan.

Protokol tersebut juga mengatakan bahwa pejabat kerajaan akan menentukan apakah terjadi pelanggaran terhadap pedoman yang berlaku dan siapa pun yang melakukannya akan diblokir atau dihapus maupun disembunyikan komentarnya.

“Kami juga memiliki hak untuk mengirim komentar yang kami anggap pantas kepada otoritas penegak hukum untuk diselidiki dimana dirasa perlu atau diwajibkan oleh hukum,” katanya.

Sekitar 3.87 juta akun mengikuti akun media sosial keluarga kerajaan Inggris dan ada 1.69 juta lainnya yang menjadi pengikut akun Kensington Palace yang sebenarnya menjadi upaya House of Windsor untuk menjangkau langsung para penggemar keluarga kerajaan dan menunjukkan pekerjaan yang dilakukan oleh pihak kerajaan, dengan banyaknya pesan-pesan yang mendukung.

Namun, sementara pihak istana tidak memberikan penjelasan terkait mengapa mereka mengeluarkan pedoman itu sekarang, telah terjadi peningkatan komentar kasar terhadap Kate yang bergelar the Duchess of Cambridge, dan Meghan yang bergelar the Duchess of Sussex, sejak mantan aktris Amerika itu menikahi Harry pada Mei lalu.

Seorang sumber dari Kensington Palace mengatkan pada Majalah Hello!, yang menginisiasi kampanya pada Januari untuk mengakhiri kejahatan online, bahwa para pejabat kerajaan telah menghabiskan berjam-jam setiap minggu untuk membahas berbagai komentar seksis dan rasis yang ditujukan pada para bangsawan wanita kerajaan Inggris.

Termasuk juga sejumlah ancaman kekerasan dari para haters kedua dari masing-masing istri pangeran Inggris itu, dan bahkan mereka yang melaporkan sendiri kegiatan mereka.

“Bukan hanya para putri kerajaan yang jadi sasaran mereka yang gemar mengacau, namun setiap jurnalis kerajaan, setiap koresponden kerajaan juga menjadi sasaran dari para pembuat keonaran,” kata penulis biografi kerajaan Claudia Joseph kepada Reuters.

“Orang-orang melihat bahwa pendapat mereka itu benar dan saya tidak yakin bahwa mereka benar-benar mengerti bahwa jurnalis melakukan riset, dan para bangsawan juga memiliki tugas yang harus dikerjakan.”

Sarah Ferguson, the Duchess of York dan mantan istri dari putra kedua Ratu, Pangeran Andrew, meminta perusahaan media sosial untuk melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan majalah Hello! Dengan kampanyenya, ia juga berkata bahwa ini bukan hanya masalah kebebasan berpendapat.

“Banyak media sosial yang telah menjadi comberan,” katanya dalam sebuah cuitan di bulan lalu. “Perusahaan teknologi perlu berbuat lebih banyak untuk mengambil sikap menentang kejahatan online, dibanding hanya mengangkat bahu.” [er/ww}

Recommended

XS
SM
MD
LG