Tautan-tautan Akses

Kasus Virus Corona di Gorontalo Tembus Seribu


Petugas medis mengenakan APD, bersiap menggelar tes swab untuk mendeteksi virus Covid-19 di Jakarta, 2 Juli 2020. (Foto dok).

Kasus infeksi virus corona di Provinsi Gorontalo mencapai 1.015 per 30 Juli 2020. Sementara jumlah kasus terus meningkat, jumlah ruang perawatan dan tenaga medis terbatas di provinsi itu.

Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo, Kamis (30/7) melaporkan 58 kasus baru virus corona. Penambahan itu membuat angka kumulatif penularan virus corona di provinsi itu mencapai 1.015 atau bertambah 583 kasus baru dalam 10 hari terakhir.

Lonjakan jumlah kasus corona di daerah itu mulai terjadi sejak 20 Juli 2020 dengan ditemukannya 107 kasus baru, penambahan tertinggi dalam sehari di provinsi itu.

Mengutip situs Covid19.go.id per 26 Juli 2020, Kabupaten Bone Bolango, Kabupaten Boalemo dan Kota Gorontalo memiliki status risiko, sementara Kabupaten Gorontalo, Pahuwato dan Gorontalo Utara memiliki risiko sedang.

Dokter Triyanto S Bialangi dalam sebuah dialog publik secara daring, Kamis (30/7), mengatakan menghadapi kecenderungan peningkatan kasus Covid-19, Gorontalo dihadapkan pada keterbatasan ruang perawatan di dua rumah sakit rujukan yakni Rumah Sakit Umum Aloei Saboe dan Rumah Sakit Umum Daerah Hasri Ainun Habibie. Selain itu, Gorontalo juga dihadapkan pada keterbatasan tenaga kesehatan karena banyak di antara mereka telah terpapar virus itu.

Dokter Triyanto S. Bialangi saat berbicara dalam dialog publik yang disiarkan melalui youtube Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kamis, 30 Juli 2020. (Foto: Tangkapan Layar)
Dokter Triyanto S. Bialangi saat berbicara dalam dialog publik yang disiarkan melalui youtube Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Kamis, 30 Juli 2020. (Foto: Tangkapan Layar)


“Jumlah tenaga kesehatan yang terpapar, ini per tanggal 26 Juli, dokter itu sekarang sudah pada posisi 45 orang, diikuti perawat 60 orang, ada bidan dan hampir semua tenaga kesehatan itu sudah terpapar,serta ada tenaga-tenaga kesehatan lain yang terpapar. Ini yang perlu menjadi perhatian kita semua,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Gorontalo tersebut. Dia tidak menjelaskan lebih detail keterbatasan ruang perawatan di kedua rumah sakit itu.

Triyanto mengungkapkan, virus corona menginfeksi warga dari usia satu hari hingga 75 tahun ke atas. Kasus terbanyak dialami warga berusia antara 25-29 tahun.

Jumlah kematian akibat virus corona di Gorontalo tercatat 34, dengan tiga di antaranya meninggal tanpa komorbid atau penyakit penyerta. Mereka yang dinyatakan sembuh dari virus corona sebanyak 468 sedangkan yang dirawat sejumlah 513 orang.

Vera, warga kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo mendesak sikap tegas pemerintah mengawasi pelaksanaan isolasi mandiri bagi warga yang terpapar corona. Menurutnya di lingkungan tempat tinggalnya, warga yang memiliki anggota keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri justru berkeliaran di luar rumah hingga ke tempat-tempat umum. “Jadi mereka yang keluarganya terpapar, di isolasi mandiri, rumahnya dibuka lebar-lebar, kami tetangganya malah tutup rumah semua,” ungkap Vera.

umlah terpapar posifit Covid-19 di Gorontalo per 30 Juli 2020. (Foto: Dinas Kesehatan Gorontalo/Facebook)
umlah terpapar posifit Covid-19 di Gorontalo per 30 Juli 2020. (Foto: Dinas Kesehatan Gorontalo/Facebook)

Menurut Vera, lemahnya pengawasan dan kedisiplinan warga yang menjalani isolasi mandiri berpeluang menimbulkan penularan baru. Apalagi bila warga tidak mendapatkan informasi bahwa di sekitar tempat tinggal mereka ada penderita Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kayak begini bu, dia KTP-nya tempat lain, dia datang isolasi di rumahnya yang di sini, kalau saya tidak punya teman di kantornya dia, berarti saya bablas dong, nggak tahu kalau dia terkonfirmasi,” ujar Vera.

Menanggapi keluhan warga itu, Triyanto S Bialangi berjanji akan menjadikan informasi itu bahan evaluasi untuk koordinasi pengawasan secara berjenjang di tingkat kabupaten/kota. Menurutnya saat ini pemerintah kota Gorontalo sedang mengupayakan lokasi karantina mandiri menggantikan tempat sebelumnya yang sudah digunakan kembali. [yl/ab]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG