Tautan-tautan Akses

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jakarta akan Izinkan Bioskop Buka


Bioskop CGV di Jakarta, di tengah pandemi Covid-19, 23 Maret 2020. (Foto: Reuters)

Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan segera mengizinkan pembukaan bioskop di tengah pandemi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bioskop di ibu kota akan kembali beroperasi. Keputusan tersebut diambil setelah pihaknya berdiskusi dengan Satgas Penanganan Covid-19, Rabu (26/8), di Graha BNPB, Jakarta.

“Jadi kesimpulan dari pertemuan tadi adalah dalam waktu dekat ini, kegiatan bioskop di Jakarta akan kembali dibuka dan protokol kesehatan akan ditegakkan lewat adanya regulasi yang detail dan adanya pengawasan yang ketat, sehingga pelaku industri memberikan jasa pada masyarakat, tanpa memberikan resiko yang besar. Dan bagi masyarakat, ketika berkegiatan mereka akan bisa merasakan aman,” ujar Anies.

Selain berkoordinasi dengan tim pakar dari Satgas Covid-19, kebijakan ini diambilnya karena merujuk pada situasi dan kondisi di negara lain. Bioskop di 47 negara, kata Anies, tetap beroperasi seperti biasa pada masa perebakan wabah virus corona.

“Bahkan kalau di Korea Selatan selama masa pandemi termasuk di puncak pandemi mereka di sana, bioskop tidak ditutup,” imbuhnya.

Syarat Ketat Pembukaan Bioskop

Meski begitu, pembukaan bioskop ini nantinya harus diikuti dengan protokol kesehatan yang ketat. Dalam regulasi yang akan dibuat, pelaku industri ini, ujar, Anies harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk menjual tiketnya secara online, mewajibkan penonton mengenakan masker, dan membersihkan ruangan teater secara berkala.

Pengunjung diwajibkan menggenakan masker dan memperhatikan protokol kesehatan saat menonton film di bioskop. (Foto: ilustrasi)
Pengunjung diwajibkan menggenakan masker dan memperhatikan protokol kesehatan saat menonton film di bioskop. (Foto: ilustrasi)

“Kemudian juga tentang pengaturan tempat duduk di dalam bioskop lalu kewajiban untuk mentaati tiga M untuk para karyawan, dan di dalam proses menuju dan ke luar dari lokasi bioskop,” jelasnya. Tiga M adalah mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Anies menegaskan persyaratan tersebut mutlak harus dipenuhi oleh para penyelenggara bioskop, karena kalau tidak, pihaknya tidak akan segan-segan untuk mencabut izin usaha bioskop tersebut.

“Bila ada kegiatan bioskop yang tidak mengikuti protokol, maka langkah yang dilakukan DKI cukup sederhana yaitu menutup kegiatan usahanya. Jadi semuanya harus disiplin,” tegasnya.

Persiapan Pembukaan Bioskop Harus Dilakukan Secara Matang

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum bioskop dibuka kembali. Pertama, harus dipastikan kesiapan fasilitas utama dan pendukungnya, termasuk masyarakat itu sendiri. Kedua adalah persoalan waktu. Menurutnya, pembukaan bioskop di DKI Jakarta nanti tidak boleh dilakukan serentak, namun bertahap. Ketiga, terkait prioritas, pemprov DKI harus memprioritaskan bioskop yang sudah siap dari segala aspek terutama protokol kesehatan untuk bisa beroperasi kembali.

“Tentunya semuanya dilakukan dengan proses simulasi, dan persiapan yang matang dan selalu berkoordinasi.” ungkap Wiku.

Lanjutnya, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh tim ahli pakar medis dan kesehatan Satgas Covid-19, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika bioskop sudah benar-benar dibuka yakni, pastikan antrian masuk dan keluar dari fasilitas bioskop menerapkan jarak minimal 1,5 meter, rentang usia yang diizinkan menonton berkisar di atas 12 tahun dan di bawah 60 tahun, dan penonton tidak memiliki penyakit bawaan seperti jantung, kencing manis, paru, ginjal dan penyakit imunitas rendah lainnya.

“Harus dalam kondisi sehat tidak ada gejala batuk, demam lebih dari 38 derajat celcius, sakit tenggorokan, pilek atau flu, bersin dan sesak napas dan ini harus dijalankan dengan protokol yang ketat . Selama menonton tidak boleh makan dan minum dan selalu menggunakan masker dari sejak awal sampai dengan selesai, dan tentunya pembatasan waktu di dalam ruangan bioskop atau cinema dijaga, tidak lebih dari dua jam,” paparnya.

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Jakarta Akan Izinkan Bioskop Buka
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:13 0:00

Jarak antara kursi di dalam ruangan juga harus diatur sedemikian rupa, sehingga tidak ada kontak antar pengunjung.

“Pengamatan langsung terhadap disiplin harus dijaga dengan ketat oleh petugas agar betul-betul disiplin seluruh pengunjung selalu menggunakan masker, tertib selama di dalam gedung biokop atau cinema tersebut. dan kami menyarankan masker yang digunakan adalah paling tidak dengan kemampuan filtrasi setara atau lebih baik dari masker bedah, hal ini untuk memastikan bahwa tidak terjadi potensi penularan antar pengunjung,” kata Wiku.

Tambahnya, kegiatan menonton di bioskop bisa berdampak baik bagi kesehatan mental masyarakat pada masa sulit seperti sekarang ini.

“Perlu kami sampaikan bahwa bioskop dan cinema memang memiliki karakteristik dan kontribusi penting terutama dalam memberikan hiburan kepada masyarakat. Imunitas masyarakat bisa meningkat karena bahagia atau suasana mental, fisik dari para penonton dan masyarakatnya juga ditingkatkan,” tuturnya.

Jakarta, Masih Menjadi Penyumbang Kasus Harian Covid-19 Terbesar di Indonesia

Kurva Covid-19 di Indonesia belum menunjukan penurunan yang berarti. Pada Rabu (26/8) Indonesia dilaporkan memiliki 160.165 kasus Covid-19, setelah ada penambahan 2.306 kasus baru. Jakarta masih menjadi pusat perebakan virus sampai detik ini dengan menyumbang 713 kasus baru per hari ini. Total kasus di Ibu kota pun menjadi 35.453.

Selain itu, dilaporkan ada 2.542 pasien yang sudah diperbolehkan pulang hari ini, sehingga total pasien yang telah pulih mencapai 115.409.

Jumlah kematian masih terus meningkat. Sebanyak 86 orang meninggal dunia, sehingga jumlah total penderita yang meninggal pun menjadi 6.944. Sementara itu jumlah suspek yang sedang dipantau kini mencapai 77.056. [gi/ab]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG