Tautan-tautan Akses

Kapolri Bentuk Tim Khusus untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan

  • Fathiyah Wardah

Kapolri Jenderal Tito Karnavian (VOA/Fathiyah Wardah)

Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Tito Karnavian membentuk tim khusus untuk mengungkap pelaku dan dalang kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Kepala Kepolisian Indonesia Jenderal Tito Karnavian kepada wartawan Selasa (11/4) mengaku telah memerintahkan bawahannya untuk mengusut kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Bahkan lanjut Tito, kepolisian telah membentuk tim khusus yang merupakan gabungan dari Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya dan juga Mabes Polri untuk mengungkap siapa pelaku dan dalang di balik penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Tito memastikan tim ini berusaha bekerja maksimal dan cepat.

Tito mengungkapkan bahwa ia mengetahui kejadian penyerangan tersebut dari Novel Baswedan. Novel kata Kapolri menelponnya setelah kejadian yang menimpanya. Sejak mendapat laporan tersebut ungkap Tito, ia telah memerintahkan bawahannya untuk menjaga keamanan di kediaman Novel dan di rumah sakit tempat Novel dirawat.

Mengenai motif pelaku apakah terkait dengan kasus mega korupsi E-KTP yang sedang ditangani Novel, Tito tidak mau berspekulasi. Polisi tambahnya baru akan mengetahui motif penyerangan itu setelah melihat fakta-fakta di lapangan.

"Kita sudah membentuk tim khusus gabungan dari Polres, Polda dan juga di backup nanti dari Mebes Polri. Kita akan berusaha maksimal untuk mengungkapnya," papar Tito.

Mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas mengatakan serangan terhadap Novel bukan baru pertama kali terjadi . Setidaknya kata Busyro, Novel juga telah mengalami lima kali serangan meski caranya berbeda-beda . Untuk itu Busyro meminta Presiden Jokowi turun tangan dalam pengusutan kasus ini. Sebelumnya kasus-kasus penyerangan terhadap Novel tidak ada yang terungkap secara tuntas.

Serangan yang berkali-kali terjadi terhadap Novel tambahnya merupakan indikasi adanya unsur sistematis dan terencana untuk menyerang aparat penegak hukum.

"Upaya-upaya yang dulu dilakukan tidak ada hasilnya sama sekali, itu menggambarkan bahwa negara tidak serius. Nah ketika KPK sedang menjalani tugas dilakukan tindakan-tindakan pembiadaban, kekerasan dan sejenisnya itu kemudian negara tidak sungguh-sungguh hanya basa-basi saja, kali ini bukan saatnya lagi negara untuk berbasa-basi yang justru akan menimbulkan kesan cari muka. Kalau mau melakukan pengusutan harus benar-benar tuntas," kata Busyro.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo mengatakan lembaganya akan meminta Kapolri untuk memberikan pengamanan ekstra kepada penyidik lembaga anti rasuah itu.

Dia juga memastikan penanganan kasus korupsi tetap akan berjalan pasca insiden teror yang menimpa Novel Baswedan

"Kami pastikan KPK tidak akan surut dan terpengaruh dengan teror ini . Seluruh pimpinan KPK dan pegawai KPK akan terus berjuang dalam pemberantasan korupsi dengan terus melanjutkan perkara-perkara yang sedang ditangani . Kalau tujuan teror ini terkait dengan penanganan kasus perkara itu salah sasaran, kamilah sebagai pimpinan KPK yang bertanggung jawab atas segala langkah upaya penanganan perkara pemberantasan korupsi yang dilakukan penyidik-penyidik KPK termasuk Novel. Mereka bekerja berdasarkan perintah kami," tutur Agus Rahardjo.

Penyidik Senior KPK Novel Baswedan mendapat serangan fisik seusai menjalani sholat Subuh didekat rumahnya di Kelapa Gading pada Selasa pagi (11/4) dari orang yang belum diketahui identitasnya . Akibat dari kejadian itu, kedua mata Novel terluka dan membutuhkan perawatan intensif dari tim dokter.

Mantan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Haris Azhar mengatakan berdasarkan keterangan sejumlah warga tempat Novel tinggal, diketahui bahwa beberapa waktu belakangan ada orang-orang yang mencurigakan atau asing berada di sekitar tempat tinggal Novel.

Haris menyimpulkan sementara bahwa aktivitas Novel sudah dipantau sejak beberapa hari lalu. Hal itu juga menunjukan tambahnya bahwa kejahatan terhadap Novel dilakukan secara terorganisir.

Penyidik senior KPK Novel Baswedan merupakan Kepala Satuan Tugas yang menangani beberapa perkara besar yang sedang ditangani KPK diantaranya kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e.KTP). [fw/ma]

XS
SM
MD
LG