Tautan-tautan Akses

Kanada Antisipasi Gelombang Migran Warga El Salvador yang Pindah dari AS


ARSIP - Para pengunjuk rasa berbaris dalam rapat akbar terkait kebijakan imigrasi guna mendukung Deferred Action for Childhood Arrivals (DACA), dan program Temporay Protected Status (TPS) di Capitol Hill, di Washington, D.C., 6 Desember 2017 (Foto: AP Photo/Jose Luis Magana)

Kanada mengatakan hari Senin, pihaknya akan siap menghadapi gelombang pencari suaka El Salvador yang melintasi perbatasannya, setelah Amerika mengumumkan akan menghentikan perlindungan khusus yang mempengaruhi sekitar 200.000 orang.

Pemerintah AS mengumumkan Senin, akhir status perlindungan khusus untuk orang-orang El Salvador, yang diberi waktu 18 bulan untuk mengupayakan membuat status hukum mereka sah, atau menghadapi deportasi.

Mereka diberi perlindungan setelah gempa bumi tahun 2001. Menteri Keselamatan Publik, Ralph Goodale mengatakan, Ottawa telah menyusun rencana tak terduga selama berbulan-bulan dan akan mengadakan pertemuan lagi hari Selasa.

Bagian dari tindakan keras yang lebih luas terhadap imigrasi ilegal oleh Presiden AS Donald Trump itu dilakukan, setelah 59.000 warga Haiti yang sudah tinggal lama dan 5.300 orang Nikaragua dicabut perlindungannya akhir tahun lalu.

Banyak dari mereka yang meninggalkan Amerika setelah kehilangan perlindungan, bersama dengan para migran dari negara lain, melintasi perbatasan ke Kanada di daerah terpencil seperti hutan Quebec dan dataran beku Manitoba.

Langkah seperti itu memberi mereka kesempatan untuk memperoleh status pengungsi di Kanada. Jika mereka mendarat di bandara AS atau Kanada, mereka diproses lebih cepat, dan peluang untuk tinggal lebih kecil. Sebagian dari warga Haiti dan negara-negara Afrika Barat telah meninggal karena terpaan suhu dingin selama penyeberangan itu. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG