Tautan-tautan Akses

Jurnalis Reuters yang Dipenjarakan di Myanmar Ajukan Kasasi ke MA


Pan Ei Mon (kiri) dan Chit Su Win, istri-istri dari wartawan Reuters yang dipenjara, Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, berbicara kepada media setelah permohonan banding mereka ditolak pengadilan di Yangon, Myanmar, 11 Januari 2019 (foto: Reuters/Ann Wang)

Seorang pengacara bagi dua wartawan Reuters yang dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun atas tuduhan melanggar Undang-Undang Rahasia Negara Myanmar hari Jumat mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, dalam upaya untuk membatalkan putusan terhadap mereka.

Wa Lone dan Kyaw Soe Oo ditangkap pada Desember 2017 karena memiliki dokumen pemerintah. Keduanya berpendapat mereka dijebak oleh polisi. Sementara itu para pendukung mereka menyatakan keduanya dijadikan target karena mereka melaporkan tentang tindakan keras pasukan keamanan terhadap anggota minoritas etnis Muslim Rohingya di negara bagian Rakhine.

Menurut pengacara itu, ada kekeliruan dalam proses peradilan dalam pengambilan putusan di pengadilan di tingkat yang lebih rendah. Permohonan banding yang diajukan bulan lalu ke Pengadilan Tinggi Yangon ditolak oleh hakim, yang memutuskan para pengacara terdakwa gagal menyerahkan cukup bukti untuk menunjukkan bahwa Wa Lone dan Kyaw Soe Oo tidak bersalah.

“Petisi kami meminta agar Mahkamah Agung pada akhirnya memberikan keadilan kepada Wa Lone dan Kyaw Soe Oo, membatalkan putusan yang keliru di pengadilan yang lebih rendah dan memerintahkan pembebasan kedua jurnalis kami,” sebut Reuters dalam pernyataan hari Jumat.

Menurut pengacara Khin Maung Zaw, pengadilan yang lebih rendah tidak mengevaluasi pernyataan para saksi dengan sepatutnya. Para pengamat di persidangan menyebut pernyataan para saksi yang diajukan jaksa tidak jelas dan saling bertentangan. [uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG