Tautan-tautan Akses

Jumlah Miliarder Asia Saingi Amerika


Presiden Donald Trump dan Jack Ma, Ketua Eksekutif Alibaba berbicara kepada wartawan Januari 2017 di Trump Tower, New York. Jack Ma adalah salah satu miliarder di China.

Asia tercatat memiliki 637 miliarder tahun lalu mengalahkan jumlah miliarder di Amerika untuk pertama kalinya didorong oleh kenaikan jumlah milarder di China, menurut sebuah penelitian. China mengalami penambahan jumlah miliarder tertinggi sebanyak 101 orang, menjadi total memiliki 318 miliarder. Sementara seluruh Asia ada penambahan 162 miliarder.

Jumlah miliarder Asia ini melebihi jumlah orang super kaya di Amerika yang mencapai 563 orang. Namun nilai kekayaan miliarder Amerika masih tinggi sekitar 2.8 triliun dolar, dibandingkan Asia 2 triliun dolar, menurut laporan yang dirilis oleh UBS dan PwC pada Kamis (26/10). Laporan ini melacak lebih 1.542 miliarder secara global.

Laporan tersebut menyoroti kenaikan jumlah miliarder China yang hampir mencapai 50 persen tahun lalu setelah Presiden China Xi Jinping menekankan pentingnya pembangunan yang adil seiring upaya negara tersebut untuk memperkecil perbedaan kesejahteraan.

Total nilai kekayaan miliarder naik 17 persen pada 2016 menjadi 6 triliun dolar setelah turun pada 2015, menurut laporan tersebut.

Tapi dengan tren saat ini, total kekayaan miliarder Asia akan melewati kekayaan miliarder Amerika dalam empat tahun mendatang, kata laporan itu.

Walaupun miliarder China mencapai 20 persen dari jumlah total miliarder, 43 persen dari jumlah tersebut yang terlempar dari daftar ini berasal dari China, kata James Chang, kepala konsultang layanan keuangan di PwC China.

Banyaknya jumlah miliarder China yang keluar dari daftar in tahun lalu sebagian merefleksikan paparan investasi mereka yang terlalu banyak di pasar saham yang bergejolak dan juga dampak dari perubahan kebijakan dan akses ke jaringan-jaringan pendanaan, kata Chang seperti dikutip dalam transkrip konferensi pers menandai peluncuran laporan tersebut. [fw/as]

XS
SM
MD
LG