Tautan-tautan Akses

Jumlah Lansia 19 Persen Populasi di Spanyol, Rentan terhadap Covid-19


Petugas mengangkut peti jenazah dari sebuah panti jompo yang terkena wabah COVID-19 di Leganes, Madrid, Spanyol. Hampir seperlima warga Spanyol adalah kaum lansia.

Spanyol mengikuti Italia dalam hal pembatasan akibat pencegahan virus corona, sewaktu jumlah yang tertular menurun. Mimpi buruk itu masih jauh dari selesai di panti-panti jompo negara itu, di mana virus ini mengakibatkan paling banyak korban tewas. Seperti di tempat-tempat lainnya, para lansia di sini adalah kelompok yang paling parah terkena pandemi ini.

Orang-orang yang meninggal diangkut dari panti jompo menjadi pemandangan yang biasa setiap hari disini.

Banyak yang rentan. Penduduk lansia Spanyol merupakan salah satu yang terbanyak di dunia, 19 persen orang Spanyol berusia di atas 65 tahun. Ada 5.400 panti jompo di negara ini, dihuni sekitar 380.000 lansia. Kelompok yang mewakili pengelola swasta dan publik dari rumah-rumah jompo ini menyalahkan pemerintah karena tidak menyediakan pasokan yang dibutuhkan.

“Kami merawat orang-orang yang berisiko tinggi. Sejak awal mereka telah memberi tahu kami bahwa orang yang paling rentan adalah manula, dan kami menuntut diberi perhatian. Tetapi kami tidak sekedar kekurangan alat pelindung diri, tetapi mereka juga tidak menyediakan perangkat tes untuk mendeteksi pandemi itu,” kata Ignacio Fernández-Cid.

Dalam banyak kasus, orang yang paling parah tidak dibawa ke rumah sakit dan rumah jompo tidak mempunyai peralatan yang diperlukan untuk mengobati penyakit. Sehingga, tidak ada pilihan selain memberi pasien yang sekarat itu obat bius untuk menidurkannya.

“Apa yang terutama mereka berikan adalah morfin dan obat bius,” tambah Ignacio.

Keluarga-keluarga menderita karena mereka tidak bisa memasuki fasilitas untuk berpisah dengan orang-orang yang dicintai dan yang kemudian meninggal dunia sendirian, hanya didampingi perawat di tempat tidur mereka.

Panti-panti jompo merupakan bisnis bernilai lima milyar dolar di Spanyol dan angka itu bertambah 4 persen tiap tahun. Para pengecam mengeluh bahwa sektor ini menarik perusahaan dan investor yang tidak berpengalaman dalam perawatan lansia, tetapi dimotivasi oleh uang.

Seorang aktivis, Raul Camargo Fernandez mengatakan, "Mereka semuanya seperti burung nasar dan melakukan ini hanya untuk menghasilkan uang, dan mereka harus dihentikan dan bisnis perawatan lansia seharusnya bertujuan memberi manfaat bagi masyarakat."

Di panti jompo ini saja, setidaknya 31 orang telah meninggal. Di berbagai rumah jompo yang dimiliki oleh satu perusahaan, 480 orang meninggal, sehingga memicu pemerintah untuk turun tangan dan mengambil alih 13 fasilitas perawatan milik perusahaan ini. [ps/my]

Recommended

XS
SM
MD
LG