Tautan-tautan Akses

Jokowi Siap Ikuti KTT ASEAN dan Bertemu Duterte

  • Fathiyah Wardah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir (tengah) sedang memberikan jumpa pers di Kantor Kemenlu, Jakarta. (VOA/Fathiyah Wardah)

Akhir bulan nanti Presiden Indonesia Joko Widodo akan mengikuti Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-30 Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) di Filipina. Menurut rencana ia juga akan bertemu dengan Presiden Rodrigo Duterte untuk membahas sejumlah isu.

KTT ASEAN bertajuk "Partnering for Change Engaging the World" siap dilangsungkan di ibukota Manila pada 28-29 April ini. Sepuluh pemimpin negara anggota ASEAN dijadwalkan membahas berbagai upaya mendorong peningkatan kreativitas ekonomi, sosial dan infrastruktur.

Dalam jumpa pers mingguan di kantornya, Selasa (25/4), juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan ikut mendampingi kunjungan kenegaraan balasan Presiden Joko Widodo ke Filipina nanti. Sebelumnya Presiden Rodrigo Duterte berkunjung ke Indonesia akhir tahun lalu.

"Yang akan menjadi fokus perhatian dalam kunjungan ini adalah terkait dengan peningkatan konektivitas kedua negara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan, baik secara bilateral maupun di kawasan. Beberapa isu akan menjadi perhatian juga peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya di bidang pertanian," kata Arrmanatha.

Ditambahkannya, beberapa isu lainnya yang akan dibahas dalam pertemuan Presiden Jokowi dan Presiden Duterte adalah masalah perbatasan maritim kedua negara – terutama perjanjian batas landas kontinen – yang sedang dalam proses perundingan dan diharapkan selesai akhir tahun ini.

Kedua pemimpin juga akan membicarakan tentang kejahatan lintas perbatasan, termasuk soal penyelundupan narkoba dan terorisme, serta soal peningkatan kerja sama perdagangan dan keamanan maritim.

Arrmanatha mengatakan akan ada dua nota kesepahaman yang rencananya ditandatangani saat lawatan Jokowi ke Filipina. Pertama, kerjasama pertanian, yang mencakup pertukaran ahli, penelitian bersama dan pembentuan kelompok kerja bersama. Kedua, deklarasi bersama untuk membangun konektivitas antara Davao, General Santos dan Bitung, dengan membuka jalur pelayaran yang menghubungkan ketiga kota itu.

Nilai perdagangan Indonesia dan Filipina telah meningkat 32%, yaitu dari 4,6 miliar dolar pada tahun 2015 menjadi 6,1 miliar dolar pada tahun 2016. Beberapa produk Indonesia yang diekspor ke Filipina antara lain : batubara, suku cadang mobil, kendaraan bermotor, makanan dan minuman. Indonesia juga berharap bisa memasarkan produk-produk industri strategis lain ke Filipina.

Direktur Jenderal Kerja Sama ASEAN Jose Antonio Morato Tavares mengatakan KTT ASEAN kali ini memiliki nilai strategis sangat penting, karena sekaligus menandai hari jadi ASEAN ke-50.

"Kehadiran Presiden Jokowi sendiri akan memberikan arah ke depan bagaimana ASEAN akan terus berkiprah dalam 50 tahun ke depan. Nah, ini mempunyai arti sangat penting dan tentu saja ini akan disampaikan Presiden pada pertemuan tingkat pleno dan pertemuan retratnya Bapak Presiden dan kepala negara lainnya akan membahas isu-isu regional. Ini juga sangat penting karena kita menghadapi dunia masa ini sangat cair dengan dinamika geopolitik dan geoekonomi yang tidak tentu. Kehadiran Bapak Presiden akan memberi arah bagaimana ASEAN merespon pada situasi saat ini," papar Jose.

Jose menambahkan KTT ASEAN juga akan membahas isu-isu regional tentang konflik Laut Cina Selatan dan ketegangan di Semenanjung Korea.

Selepas lawatan ke Filipina itu, Presiden Joko Widodo akan melawat ke Hong Kong pada 30 April hingga 1 Mei. [fw/em]

XS
SM
MD
LG