Tautan-tautan Akses

Jokowi Gelontorkan Bantuan Rp1 Triliun untuk Koperasi


Presiden Joko Widodo memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-UMKM) untuk segera mencairkan dana tambahan sebesar Rp 1 triliun untuk koperasi.(Foto: AP/dok)

Presiden Joko Widodo berharap bantuan untuk koperasi bisa mendongkrak perekonomian Indonesia pada masa mendatang. Akankah stimulus tersebut berhasil memulihkan perekonomian?

Presiden Joko Widodo memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-UMKM) untuk segera mencairkan dana tambahan sebesar Rp 1 triliun untuk koperasi. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kembali kepada pelaku UMKM dalam bentuk modal kerja.

“Saya senang tadi bahwa disiapkan oleh LPDB Rp1 triliun. Betul Pak Dirut? ini segera diberikan kepada koperasi-koperasi yang baik agar dari koperasi juga diberikan kepada anggota-anggotanya pelaku-pelaku usaha secepat-cepatnya,” ungkap Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/7).

Jokowi juga berpesan kepada koperasi-koperasi yang ada untuk tidak memberikan bunga pinjaman yang tinggi kepada pelaku UMKM. Bantuan berupa modal kerja produktif ini akan disalurkan kepada 12 juta pelaku UMKM pada Agustus mendatang, senilai Rp381 miliar. Mantan Gubernur Jakarta ini berharap bantuan modal ini kerja ini bisa mendongkrak perekonomian Tanah Air di kuartal-III mendatang.

“Kita harapkan juga akan mengungkit ekonomi kita. Total nilainya yang diberikan tadi disampaikan Bapak Menteri Koperasi kurang lebih Rp381 miliar. Saya kira ini jangan berhenti. Besok tambah lagi, besok tambah lagi, minggu depan tambah lagi, minggu depan tambah lagi sehingga koperasi-koperasi yang kita miliki betul-betul likuiditas baik,” jelasnya.

Selain stimulus kepada koperasi dan UMKM, Jokowi melihat stimulus seperti bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat sudah mulai berpengaruh terhadap kenaikan konsumsi masyarakat walaupun belum signifikan.

“Saya senang bahwa sudah ada angka-angka yang baik. Konsumsi sudah mulai terungkit naik. artinya mungkin peredaran uang yang ada di bawah karena ada BLT Desa, ada bansos tunai, ada bansos sembako itu akan sangat mempengaruhi daya beli dan konsumsi rumah tangga, konsumsi masyarakat. Saya juga melihat aktivitas ekspor juga tren-nya naik dibanding bulan Mei, dibanding bulan Juli. Ini juga baik.” paparnya.

Menurut Jokowi semua pihak harus bergegas menyalurkan berbagai stimulus dan bantuan agar perekonomian Indonesia tidak anjlok lebih dalam lagi seperti yang terjadi di negara-negara lain.

Presiden Joko Widodo dalam pertemuan daring "Tiga Fase Program Pemulihan Koperasi dan UMKM di Tengah Pandemi" di Istana Negara, Jakarta, 23 Juli 2020. (Foto: Twitter/@KemensetnegRI).
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan daring "Tiga Fase Program Pemulihan Koperasi dan UMKM di Tengah Pandemi" di Istana Negara, Jakarta, 23 Juli 2020. (Foto: Twitter/@KemensetnegRI).

“Kita hanya punya waktu untuk ungkitan ini Juli-Agustus-September. Kalau kita bisa mengungkit ini, Insya Allah nanti di kuartal-IV lebih mudah, tahun depan kita akan jauh lebih mudah,” imbuhnya.

Pemerintah Siapkan Tiga Fase Program Pemulihan Koperasi

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki menjelaskan pihak LPDB telah menyiapkan tiga fase pemulihan koperasi di tengah masa pandemi ini.

Pertama, fase program survival. Pada fase ini pihaknya telah melakukan strukturisasi pinjaman kepada mitra LPDB dalam bentuk penundaan pembayaran angsuran dan jasa selama 12 bulan.

Sampai saat ini, tambah Teten 40 mitra koperasi telah direstrukturisasi dengan fasilitas penundaan pokok, penundaan jasa, pengurangan jasa, perpanjangan waktu dan penambahan fasilitas pinjaman atau pembiayaan dengan total outstanding sebesar Rp135,7 miliar.

“Dalam program ini LPDB juga tidak mengenakan bunga selama masa penundaan pembayaran sehingga secara langsung ini merupakan subsidi bunga dari LPDB sebesar 100 persen selama satu tahun,” ungkap Teten.

Kedua, fase program pemulihan ekonomi dengan alokasi tambahan sebesar Rp1 triliun. Pembiayaan ini, ujar Teten khusus disalurkan kepada koperasi dengan bunga tiga persen, menurun atau sekitar 1,5 persen flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi.

Sampai saat ini, LPDB telah menyalurkan pinjaman atau pembiayaan baru dengan total pencairan sebesar Rp381,4 miliar. “Dengan rincian untuk koperasi pola konvensional sebesar Rp21,8 miliar, ini ada 13 mitra. Lalu dengan pola syariah sebesar Rp109 miliar atau ada 21 mitra,” paparnya.

Fase terakhir adalah fase program penumbuhan ekonomi. Pada fase ini, pihaknya telah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

“Dari exercise kami dengan koperasi simpan pinjam, koperasi BMT (syariah) kami ke depan melihat bahwa para koperasi ini bisa menjadi mitra pemerintah untuk menyalurkan pembiayaan yang murah dan mudah untuk UMKM,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Teten juga melaporkan kepada Presiden bahwa hingga saat ini tercatat ada 123.048 unit koperasi dengan total anggota sebanyak 22 juta orang dengan total aset mencapai Rp152 triliun dan omset sebesar Rp152 triliun.

Dari jumlah koperasi tersebut, sebanyak 59 persen merupakan koperasi konsumen, koperasi produsen 19 persen, koperasi simpan pinjam 13 persen, koperasi jasa 4,85 persen dan koperasi pemasaran 2,6 persen.

Kasus Corona di Indonesia Capai 93.657

Kasus Covid-19 masih terus bertambah sampai detik ini. Berdasarkan data dari yang dilansir dari www.covid19.go.id, Kamis (23/7) dilaporkan Indonesia kini memiliki 93.657 kasus Covid-19, setelah ada penambahan 1.906 kasus baru hari ini.

Selain itu, dilaporkan ada 1.909 pasien yang sudah diperbolehkan pulang hari ini, sehingga total pasien yang telah pulih mencapai 52.164. Jumlah kematian masih terus meningkat. Sebanyak 117 orang meninggal dunia, sehingga jumlah total penderita yang meninggal pun menjadi 4.576. Sementara itu jumlah suspek yang sedang dipantau kini mencapai 47.756. [gi/ab]

Lihat komentar (2)

Recommended

XS
SM
MD
LG