Tautan-tautan Akses

Jokowi dan Sekjen PBB Sepakati Penyelesaian Krisis Kemanusiaan di Rakhine State dan Kemerdekaan Bangsa Palestina


Presiden Joko Widodo dalam satu sesi KTT ASEAN di Manila Filipina, Senin, 13 November 2017.

Penuntasan masalah krisis kemanusiaan di Rakhine State Myanmar dan kemerdekaan bangsa Palestina menjadi salah satu agenda politik luar negeri dari Presiden Joko Widodo di dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Manila Filipina.

Dalam pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) Antonio Guterres di Philippine International Convention Center (PICC) Manila Filipina Senin (13/11) Presiden Joko Widodo mengatakan perlu segera dipercepat penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State agar tidak berdampak pada stabilitas kawasan.

"Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme," ujar Presiden Jokowi.

Sementara itu Sekjen PBB Antonio Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. Presiden dan Sekjen PBB sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaiankrisis kemanusiaan di Rakhine State.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MOU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh.

Masalah krisis kemanusiaan di Rakhine State juga dibicarakan Presiden Jokowi dalam Pleno KTT ASEAN ke-31 di Philippines International Convention Center Manila Filipina. Jokowi mengajak pemimpin negara peserta KTT ASEAN agar tidak berdiam diri.

"Kita semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri Krisis kemanusiaan ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia," tegas Jokowi.

Foto bersama Presiden Joko Widodo dengan para kepala negara peserta KTT ASEAN di Manila, Filipina, Senin, 13 November 2017.
Foto bersama Presiden Joko Widodo dengan para kepala negara peserta KTT ASEAN di Manila, Filipina, Senin, 13 November 2017.

Untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini kata Jokowi harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. Menurut Jokowi semakin lama masalah ini dibiarkan maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.

"Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam," ucap Presiden.

Indonesia sendiri telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebutdengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. Di akhir pidatonya, Presiden menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine State perlu sesegera mungkin diselesaikan.

"Dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita," kata Presiden Jokowi.

Kemerdekaan Palestina

Masalah kemerdekaan bangsa Palestina juga tidak luput dari perhatian Presiden Joko Widodo dalam kTT ASEAN ini. Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 ASEAN-PBB mengajak seluruh anggota ASEAN bersama-sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkuat sinergi kerja sama yang telah terjalin selama ini dalam upaya menyelesaikan masalah yang ada.

Secara khusus, Presiden Jokowi menitipkan Palestina kepada Sekjen PBB. Presiden Jokowi jugameminta agar PBB lebih berkontribusi mewujudkan impian rakyat Palestina untuk mendapatkan kemerdekaan penuh.

"Saya paham bahwa kemerdekaan penuh Palestina tidak mudah. Namun, saya berharap di bawah kepimpinan Yang Mulia, isu Palestina dapat mengalami kemajuan yang signifikan," ungkapnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia akan terus membantu Palestina mewujudkan impiannya.

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG