Tautan-tautan Akses

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan, negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia itu harus berkomitmen melindungi kebebasan dan keberagaman agama dari radikalisme Islam

Dalam pidatonya di DPR, Rabu, Jokowi berjanji akan memperkokoh idiologi Pancasila, yang mendukung prinsip-prinsip seperti demokrasi, keadilan sosial, dan kepercayaan pada Tuhan.

Reputasi Indonesia sebagai negara yang toleran dan mayoritas penduduknya Muslim moderat menghadapi tantangan akhir-akhir ini dari kelompok-kelompok konservatif garis keras yang ingin memberlakukan hukum Islam, Syariah, yang ketat. Reaksi keras ini setidaknya tercermin dalam proses pengadilan Basuki Purnama atau Ahok, mantan gubernur Jakarta keturunan Tionghoa yang beragama Kristen, atas tuduhan penistaan agama. Dalam kampanye pemilihannya kembali sebagai gubernur, Ahok terekam dalam video mengutip ayat Quran untuk menunjukkan kepada para pendukungnya bahwa tidak ada larangan bagi Muslim untuk memilih politisi non-Muslim.

Pernyataannya itu diedit dan disebarkan luas melalui media sosial, sehingga memicu demonstrasi-demonstrasi yang menuntut penangkapannya atau eksekusi terhadap dirinya. Ia dihukum dua tahun penjara Mei lalu, kurang dari sebulan setelah pada pemilihan gubernur ia dikalahkan saingannya, seorang Muslim, yang berhasil menggalang dukungan kelompok-kelompok Islam konservatif.

Sekitar 88 persen dari 260 juta penduduk Indonesia adalah Muslim, sementara pemerintah Indonesia mengakui secara resmi lima agama lainnya, yakni Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Khonghucu. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG