Tautan-tautan Akses

AS

JetPAC: Dorong Keterlibatan Politik Muslim Amerika


Nadeem Mazen, seorang Muslim dan pendiri JetPAC sedang mengajas di kelas Pemerintahan di SMU Islam Al-Noor, di Mansfield, Massachusetts, 2 Februari 2017.

Di tengah iklim politik yang kerap kurang menguntungkan bagi Muslim Amerika terutama dua tahun belakangan ini, sebuah kelompok advokasi politik meluncurkan kampanye untuk membantu Muslim Amerika yang ingin mencalonkan diri untuk menduduki jabatan publik.

Dalam kampanyenya, Justice, Education, Technology and Political Advocacy Center, atau JetPAC, mengajak lebih banyak Muslim Amerika terlibat dalam politik lokal hingga nasional dan bersuara lebih vokal lagi.

"Assalam walaikum, everyone! We are going to mobilize people as voters and as leaders against this time of hate. JetPAC will train you to run for office. We will give you the resources necessary."

Demikian ajakan Shaun Kennedy, direktur eksekutif JetPAC. Shaun menjelaskan JetPAC memberi pelatihan bagi orang-orang untuk mencalonkan diri bagi jabatan publik. Muslim Amerika sekarang ini sangat kurang terwakili dalam pembuatan kebijakan di Amerika. Dari jumlah populasi Muslim di Amerika yang kurang lebih 3,3 juta orang, hanya ada dua Muslim di 535 kursi di Kongres.

Selain menampilkan kelompok masyarakat yang terpinggirkan dan kurang banyak dikenal oleh mayoritas rakyat Amerika, kata Shaun, tujuan pelatihan adalah: “Jika ada lebih banyak warga Muslim Amerika yang menjadi wakil komunitas minoritas dan di posisi pemimpin, kita akan dapat mengurangi bias dalam kebijakan publik.”

JetPAC mulai menyelenggarakan pelatihan tersebut sejak Februari 2017. Peminatnya banyak. Pernah mencapai 100 lebih pendaftar dalam satu hari. Sejauh ini, dari 29 peserta yang selesai mengikuti pelatihan, 12 di antaranya menang dalam pemilihan dan menduduki jabatan publik, kata Shaun menjelaskan.

Ada pula yang belum menyelesaikan program pelatihan JetPAC, akan tetapi telah mencalonkan diri. Seperti Jasmine Moawad, kandidat anggota Senat Virginia dari Kabupaten Loudon.

“Bersama JETPAC, saya mendapat kesempatan berharga. Saya sangat bersyukur, berkat Kaukus Muslim saya bertemu dengan Shaun yang menjadi mentor langsung saya,” kata Jasmine.

Selain pelatihan, JETPAC juga melakukan berbagai aktivitas lainnya. Dalam bulan Ramadan saja, organisasi yang berbasis di Cambridge ini, memiliki kampanye unik yang disebut Knockathon.

Suzan El-Reyyes, Direktur Operasi JETPAC, mengatakan, dalam Knockathon, para pemuda Muslim berkeliling mengetuk pintu rumah tetangga untuk menjaring pendapat mengenai isu yang hangat di tengah masyarakat.

“Anak-anak muda, kebanyakan murid SMA, sambil berpuasa, mendatangi 425 rumah, berbicara dengan warga mengenai pentingnya menggunakan senjata api secara aman dan cara mengurangi kekerasan dengan senjata api di negara,” kata Suzan.

Suzan menambahkan, program bagi generasi muda Muslim ini diselenggarakan pada kelas akhir pekan di sekolah-sekolah Islam serta banyak masjid di berbagai penjuru Amerika.

Sementara itu, Shaun mengemukakan, tantangan utama dalam misi Jetpac untuk meningkatkan keterlibatan Muslim Amerika dalam kehidupan bermasyarakat adalah Islamophobia dan fanatisme. Karena itulah di antara materi yang diberikan kepada peserta pelatihan adalah paralelnya Islam dan berbagai aspek dalam kehidupan warga Amerika. [mg/uh]

XS
SM
MD
LG