Tautan-tautan Akses

Jerman Desak Diakhirinya Konflik di Sudan


Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel berbicara dalam sebuah konferensi pers di Berlin, Jerman, 20 Juli, 2017. (Foto:dok)

Menteri Luar Negeri Jerman Sigmar Gabriel hari Kamis (10/8) bertemu dengan Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan pejabat pemerintah lainnya dalam kunjungan sehari ke Juba, setelah bertemu dengan puluhan pengungsi Sudan Selatan di Uganda.

Gabriel mendesak para pemimpin negara itu untuk menggunakan cara damai dalam menyelesaikan konflik , dan mengatakan kedua pihak harus diikut- sertakan dalam usaha memulihkan perdamaian dan stabilitas di Sudan Selatan.

Dia menyatakan senang Presiden Salva Kiir telah mengampuni pemberontak yang ditahan, dan menambahkan bahwa itu adalah "tanda penting bagi proses rekonsiliasi politik di negara ini."

Jerman telah menyumbang 90 juta dolar dalam bantuan kemanusiaan kepada Sudan Selatan untuk melindungi warga sipil dan membantu membangun perdamaian yang tahan lama di negara yang dilanda perang itu.

Situasi kemanusiaan di negara ini mengerikan, karena 4 juta orang terlantar akibat konflik, kekurangan pangan, kemiskinan dan penyakit yang parah, termasuk wabah kolera yang terus berlanjut dengan 18.000 penderita.Penyakit itu , mengakibatkan 328 kematian pada tahun lalu.

Gabriel mengatakan bahwa tidak ada alternatif selain penyelesaian damai untuk mengakhiri kekerasan di Sudan Selatan, dengan mengatakan pihak-pihak yang bertikai tidak dapat memenangkan konflik secara militer.

Menteri Luar Negeri Sudan Selatan Deng Alor mengatakan bahwa presiden dan para menterinya membahas sejumlah masalah dengan Gabriel, termasuk "isu perang dan perdamaian," serta usaha kemanusiaan dan membangkitkan kembali proses perdamaian.

Gabriel menekankan pentingnya menemukan penyelesaian bagi konflik Sudan Selatan untuk melengkapi usaha regional guna mencapai perdamaian di negara itu.

Kunjungan singkat Menteri Luar Negeri Jerman ke Juba dilakukan ditengah laporan-laporan terjadinya pertempuran baru antara pasukan pemerintah dan pasukan oposisi di Pagak, kubu pertahanan pemberontak. (sp/ii)

XS
SM
MD
LG