Tautan-tautan Akses

Jenderal AS dan Rusia Hidupkan Kembali Perjanjian tentang Wilayah Udara Suriah


ARSIP – Sepasang pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS terbang melintasi Irak utara dalam foto yang dirilis AU AS dan diambil tanggal 23 September 2014, setelah melakukan serangan udara di Suriah (foto: AP Photo/U.S. Air Force, Matthew Bruch)

Kesepakatan untuk menghidupkan kembali sebuah perjanjian yang bertujuan mencegah insiden udara yang melibatkan pesawat-pesawat tempur dari AS dan Rusia yang terbang di atas Suriah telah dicapai oleh para pejabat tinggi AS dan Rusia.

Para pejabat tinggi AS dan Rusia mengatakan mereka telah sepakat untuk menghidupkan kembali sebuah perjanjian yang bertujuan mencegah insiden udara yang melibatkan pesawat-pesawat tempur dari kedua negara yang terbang di atas Suriah.

Pernyataan di Washington dan Moskow hari Sabtu mengatakan Jenderal Joseph Dunford, ketua Kepala Staf Gabungan AS, berbicara melalui telepon dengan mitra sejawatnya dari Rusia, Jenderal Valery Gerasimov, dan bahwa mereka sepakat untuk memulihkan sepenuhnya perjanjian mengenai penggunaan wilayah udara Suriah, yang pernah diterapkan sejak akhir 2015 sampai tahun lalu.

Kedua jenderal senior itu juga membahas perjanjian Astana baru-baru ini, dimana Rusia, Turki dan Iran menyepakati sebuah rencana yang diusulkan Rusia untuk mengurangi kekerasan di Suriah lewat “zona-zona de-eskalasi” – wilayah-wilayah negara yang dikoyak perang dimana bentrokan antara para pemberontak Suriah dan pasukan pemerintah Damaskus sangat sengit.

AS mengirimkan seorang wakil dalam pembicaraan di Kazakhstan itu, tetapi tidak berpartisipasi dalam negosiasi itu, sebagian besar karena keterlibatan Iran.

Seorang juru bicara Pentagon di Washington mengatakan Gerasimov dan Dunford "mengukuhkan komitmen mereka untuk menjalankan operasi untuk meredakan konflik di Suriah,” dan mereka juga sepakat untuk terus berkomunikasi. [vm]

XS
SM
MD
LG