Tautan-tautan Akses

Jantung 3D Memungkinkan Dokter Bedah Periksa Pasien Lebih Dini


Model jantung 3 Dimensi. (Foto: Ilustrasi)

Setiap jantung berbeda, dan itu membuat pembedahan lebih menantang. Wartawan VOA Kevin Enochs melaporkan tentang teknologi baru yang menciptakan sebuah model tiga dimensi dari jantung pasien tertentu untuk membantu persiapan dokter sebelum operasi.

Suatu hari para dokter Universitas Washington melakukan operasi jantung dengan menggunakan kateter.

Selang panjang itu dimasukkan ke dalam jantung dan memungkinkan para dokter melakukan bedah jantung yang tidak invasif.

Kini, Dokter Mark Reisman bisa melakukan persiapan lebih matang dengan praktik menggunakan model jantung 3D yang dibuat dari mesin cetak 3D dengan pemindaian ultrasound.

"Cetakan tiga dimensi ini memungkinkan kami untuk melihat jantung secara fisik dan kemudian memahami anatominya, termasuk anatomi dalam jantung yang terkait dengan struktur lain,” kata Dr. Reisman.

Dmitry Levin menyalurkan data ultrasound ke mesin cetak 3D yang menciptakan model secara akurat dan cepat.

"Salah satu manfaat terbesar adalah hemat waktu. Waktu dari mulai saya memperoleh data sampai ketika saya membuat model bisa dipersingkat secara tajam, dari beberapa hari menjadi beberapa jam saja," kata Dmitry Levin dari Universitas Washington.

Waktu yang singkat itu memungkinkan Reisman untuk merencanakan pembedahan dengan cara-cara yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

"Ini memberi saya peluang untuk mempraktikkan prosedur yang akan dijalani sebelumnya. Ini sangat bermanfaat karena ketimbang saya membedah jantung pasien secara langsung, saya bisa mempraktikannya terlebih dulu di luar tubuh pasien," papar Reisman.

Beberapa studi baru-baru ini menunjukkan bahwa kebanyakan pembedahan katup aorta dilakukan dengan kateter daripada pembedahan jantung yang cenderung berbahaya. [vm]

XS
SM
MD
LG