Tautan-tautan Akses

Jangan Sembrono dengan China yang Punya Konsumen Mewah yang Kuat


Para pendiri rumah mode adibusana Dolce & Gabbana, Domenico Dolce, kiri, dan Stefano Gabbano menyampaikan permohonan maaf dalam sebuah video yang ditayangkan lewat media sosial di China, dengan mengatakan “penyesalannya” dalam bahasa Mandarin sebagaimana tampak dalam layar komput

Perusahaan rumah mode adibusana Dolce & Gabbana mendapat pelajaran, ketika menghadapi boikot setelah China menyatakan kemarahan atas video yang tidak mempedulikan budaya, yang mempromosikan peragaan busana utama di Shanghai dan memuat komentar menghina dalam obrolan di Instagram pribadi.

Perusahaan itu menyalahkan peretas atas penghinaan anti-China, tetapi penjelasan itu terasa tidak berguna bagi banyak orang yang sudah terlanjur marah. Perancang-perancang mode berbasis di Milan itu membatalkan peragaan busana di Shanghai, yang semula dimaksudkan sebagai penghargaan kepada China, karena tamu-tamu acara itu, selebriti Asia cepat bergabung dengan pemrotes.

Kemudian, para pengecer menarik barang dagangan mereka dari rak-rak dan situs e-commerce yang kuat, menghapus barang-barang dagangan mereka dari online. Wakil pendiri D & G, Domenico Dolce dan Stefano Gabbana berbicara di depan kamera untuk meminta maaf kepada orang-orang China.

Video permintaan maaf dan reaksi publik yang tajam menuntutnya, menunjukkan pentingnya pasar China dan risiko beroperasi di dalamnya.

Kecenderungan itu terkait dengan seringnya ledakan sentimen nasionalis di kalangan konsumen yang merasa diremehkan oleh merek-merek asing atau pemerintah mereka.

Untuk Dolce & Gabbana, protes itu bisa menandai akhir perdagangannya di China, pasar penting untuk merek mewah dunia yang dikembangkan sejak membuka toko pertamanya tahun 2005 dan sekarang mempunyai 44 butik. [ps/al]

Lihat komentar (1)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG