Tautan-tautan Akses

Italia, AS, Spanyol Pusat Perebakan Wabah Virus Corona


Para petugas medis mengenakan pakaian pelindung khusus saat menangani pasien terinfeksi virus corona di RS Casalpalocco, Roma, Italia, 24 Maret 2020.

Italia, AS, dan Spanyol kini termasuk di antara pusat-pusat penting dalam perang melawan wabah virus corona, berdasarkan pada statistik terbaru mengenai kasus terkonfirmasi.

China sebelumnya menjadi negara paling terpukul, dengan angka kasus dan kematian tertinggi sejak virus itu muncul di sana akhir Desember lalu.

Namun, Italia dan Spanyol telah melaporkan lebih banyak angka kematian. Para pejabat Spanyol menyatakan dalam semalam ada 738 orang lagi meninggal, membuat jumlah seluruhnya melebihi 3.400 orang.

Parlemen Spanyol menyetujui permintaan pemerintah untuk memperpanjang situasi darurat dan lockdown di negara itu, yang mengharuskan bisnis untuk tutup dan warga tetap di rumah setidaknya hingga pertengahan April.

Italia juga hampir melampaui China dalam jumlah kasus dan demikian pula Amerika, mengingat meningkatnya jumlah kasus dalam beberapa hari ini. Hingga Kamis pagi (26/3), data Johns Hopkins University menunjukkan di AS terdapat 69 ribu kasus terkonfirmasi dengan lebih dari 1.000 kematian.

Para legislator berusaha mempercepat bantuan medis untuk rumah sakit-rumah sakit di mana dokter dan juru rawat menghadapi kekurangan alat pelindung diri untuk membuat mereka aman sewaktu merawat pasien virus corona.

Lockdown di banyak negara bagian AS sangat merusak perekonomian Amerika, dan paket bantuan 2 triliun dolar yang disahkan Senat pada Rabu malam (25/3) bertujuan untuk memberikan pinjaman kepada bisnis, meningkatkan tunjangan pengangguran dan mengirim cek kepada keluarga Amerika. Legislasi ini diperkirakan akan lolos di DPR AS pada hari Jumat untuk kemudian ditandatangani Presiden Donald Trump.

Langkah-langkah ekonomi semacam itu telah membantu meningkatkan pasar dunia pekan ini. Bank sentral Korea Selatan Kamis mengumumkan tentang pemberian bantuan, yang belum pernah terjadi sebelumnya, kepada Lembaga-lembaga finansial.

COVID-19 praktis telah mencapai setiap negara, menjangkiti lebih dari 470 ribu orang dan mematikan 21 orang ribu orang per Kamis pagi (26/3).

Para pemimpin negara-negara G-20 siap mengadakan pertemuan virtual hari Kamis untuk membahas upaya bersatu dalam menanggapi krisis ini.

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (25/3) mengatakan pemerintah harus melangkah lebih jaud dari memerintahkan warga agar tinggal di rumah, dengan mengatkaan hal itu hanyalah langkah pertama untuk menghentikan wabah virus corona.

Ia mengatakan upaya-upaya tambahan harus mencakup perluasan sumber daya layanan kesehatan, pemberlakuan sistem untuk melacak setiap kasus di tengah masyarakat, meningkatkan produksi dan kemampuan tes, serta mengindentifikasi fasilitas-fasilitas untuk merawat dan mengisolasi pasien.

“Langkah-langkah ini adalah cara terbaik untuk menekan dan menghentikan penularan, jadi begitu restriksi dicabut, virus tidak muncul lagi,” kata Tedros. [uh/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG