Tautan-tautan Akses

Iran Masuk Agenda KTT G-20 di Jepang


Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran, dalam wawancara di Paris, 27 Juni 2019. Hook bertemu diplomat senior Perancis, Inggris, dan Jerman di Paris untuk membahas krisis di Teluk Persia.

Iran menjadi salah satu topik utama pembicaraan ketika para pemimpin negara maju bertemu pada KTT tahunan G-20 yang kali ini berlangsung di Jepang selama dua hari mulai Jumat (28/6).

Sementara itu, para diplomat AS dan Iran bertemu dengan para sejawat mereka dari Eropa dalam usaha mencari solusi atas krisis politik yang muncul setelah AS mundur dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran.

Para menteri pertahanan negara-negara anggota NATO melangsungkan pertemuan dua hari di Brussels untuk membahas isu-isu keamanan penting, termasuk ancaman nuklir Iran.

Penjabat Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan, Iran telah menimbulkan kekacauan dan konflik di Timur Tengah selama 40 tahun dan harus dihentikan.

"Tindakan-tindakan Iran yang tidak bersahabat adalah masalah internasional yang mempengaruhi banyak negara,” kata Esper.

Penjabat Menteri Pertahanan AS Mark Esper berbicara kepada media dalam konferensi pers di markas NATO di Brussels, Belgia, 27 Juni 2019.
Penjabat Menteri Pertahanan AS Mark Esper berbicara kepada media dalam konferensi pers di markas NATO di Brussels, Belgia, 27 Juni 2019.

Esper menyebut tindakan-tindakan itu termasuk pengembangan senjata nuklir, program misil balistik, dukungan terhadap terorisme internasional, dan serangan terhadap kebebasan navigasi di Laut Arab, Selat Hormuz, dan Teluk Oman, serta wilayah udara internasional seperti yang terjadi pekan lalu.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat pekan lalu setelah Iran menembak jatuh sebuah pesawat nirawak AS dengan alasan pesawat itu melanggar wilayah udaranya. Washington membantah tuduhan itu, namun mengatakan tidak ingin berperang dengan Iran.

“Amerika Serikat secara jelas menyatakan tidak menginginkan perang. Amerika sesungguhnya mengatakan dengan sangat jelas bahwa mereka siap berbicara dengan Iran tanpa prasyarat,” kata Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg.

“Dan, ada pesan dari sekutu-sekutu Amerika bahwa kita mendukung usaha untuk meredakan ketegangan, menghindari salah perhitungan, insiden, kecelakaan, dan khususnya hal yang bisa berkembang tak terkontrol dan menciptakan situasi yang sangat berbahaya,” kata Stoltenberg.

Washington memilih memberlakukan sanksi-sanksi ekonomi ketimbang melangsungkan tindakan militer.

"Kami memberlakukan kebijakan tekanan ekonomi maksimal karena cara ini berhasil. Kebijakan ini menutup sumber pendapatan mereka. Para penyokong mereka di kawasan itu tertekan secara finasial,” kata Brian Hook, utusan khusus AS untuk Iran.

Dalam foto yang dirilis situs web resmi kantor Pempin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam pertemuan dengan para pejabat kehakiman di Teheran, Iran, 26 Juni 2019.
Dalam foto yang dirilis situs web resmi kantor Pempin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei berbicara dalam pertemuan dengan para pejabat kehakiman di Teheran, Iran, 26 Juni 2019.

Para pemimpin Iran marah atas sanksi-sanksi yang melumpuhkan ekonomi mereka dan menyebut sanksi-sanksi itu aksi perang.

"Mereka (Amerika Serikat) menggunakan kekuatan ekonomi mereka, memberlakukan sanksi-sanksi sebagai senjata. Sekarang kita menghadapi sebuah konsep yang sangat baru: mensenjatakan dolar --- itulah yang kami hadapi,” ujar Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi.

Mereka memanfaatkan dolar sebagai senjata untuk memaksakan pandangan mereka, kebijakan mereka, terhadap negara-negara lain. Ini harus dihentikan.”

Perang dengan Iran tidak mendapat banyak dukungan di dalam dan luar negeri. Presiden Perancis Emmanual Macron, saat tiba di Osaka, menyatakan, ia termasuk yang tidak menginginkan perang.

"Kita harus meredakan ketegangan dengan Iran dan melanjutkan kebijakan untuk mengamankan Semenanjung Korea,” kata Macron.

Para legislator AS saat ini sedang mempertimbangkan sebuah undang-undang yang akan menuntut persetujuan Kongres bila dilakukan serangan terhadap Iran. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG