Tautan-tautan Akses

Iran Hentikan Kerja Sama dengan Ukraina setelah Rekaman Rahasia Bocor


Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (ketiga dari kiri) dalam pertemuan dengan delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran Mohammad Eslami di Kyiv untuk membahas insiden penembakan pesawat komersial Ukraina, 20 Januari 2020.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (ketiga dari kiri) dalam pertemuan dengan delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Pembangunan Jalan dan Perkotaan Iran Mohammad Eslami di Kyiv untuk membahas insiden penembakan pesawat komersial Ukraina, 20 Januari 2020.

Iran hari Senin (3/2) mengatakan akan berhenti berbagi informasi dengan Ukraina mengenai jatuhnya pesawat jet Ukraina bulan lalu, setelah saluran TV Ukraina merilis rekaman yang dibocorkan dari pengawas lalu lintas udara Iran.

Rekaman itu, yang ditayangkan pada acara 1 + 1 Minggu malam di Ukraina, adalah percakapan antara dua pengawas lalu lintas udara yang berbicara dalam bahasa Persia mengenai "cahaya rudal" pada rute pesawat itu.

Iran setelah kecelakaan tersebut, selama berhari-hari membantah pesawat itu jatuh akibat salah satu misilnya.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan rekaman itu membuktikan pihak Iran sejak awal tahu pesawat Ukraina itu terkena rudal. Pihak berwenang Iran mungkin memiliki akses pada rekaman-rekaman ini langsung setelah kecelakaan itu.

Pada hari Senin (3/2), ketua tim penyelidik Iran, Hassan Rezaeifar, mengatakan Iran akan berhenti berkoordinasi dengan Ukraina dalam penyelidikan itu.

"Tim penyelidik teknis dari kecelakaan maskapai Ukraina, dalam langkah aneh, menerbitkan file audio rahasia dari komunikasi seorang pilot pesawat yang terbang bersamaan dengan pesawat Ukraina itu," kata Rezaifar, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.

"Tindakan Ukraina ini menyebabkan kami tidak lagi berbagi bukti dengan mereka," tambahnya. [my/ka]

XS
SM
MD
LG