Tautan-tautan Akses

Iran Adakan Tur ke Fasilitas Nuklir Baru, Uni Eropa Tolak Ikut Serta


Bagian luar fasilitas nuklir Arak di Iran tengah.
Bagian luar fasilitas nuklir Arak di Iran tengah.

Negara-negara Uni Eropa menganggap inspeksi fasilitas nuklir Iran sebagai tanggung jawab IAEA.

Para pejabat Iran menyatakan tur pada hari Sabtu ke reaktor nuklir yang belum selesai dibangun merupakan isyarat keinginan baik yang membuktikan program nuklirnya dimaksudkan untuk tujuan damai. Para diplomat dari sedikitnya lima negara, Aljazair, Kuba, Suriah, dan Venezuela, mengunjungi reaktor nuklir Arak di Iran Tengah dan bertemu para ilmuwan Iran.

Iran tidak mengundang Amerika untuk turut serta dalam tur itu dan Uni Eropa menolak mengirim wakilnya, menegaskan bahwa hanya inspektur dari IAEA yang dapat menilai apakah program nuklir Iran adalah untuk tujuan damai.

Duta Besar Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh, mengatakan bahwa Iran beritikad baik dengan mengadakan tur tersebut, tetapi tidak demikian halnya dengan negara-negara besar yang tidak bersedia mengikuti tur itu. Ia mengatakan, "Tur ini jelas mengisyaratkan transparansi dan pembentukan kepercayaan; dan prakarsa positif ini diterima baik oleh semua anggota IAEA, kecuali beberapa negara.”

Penjabat Menteri Luar Negeri Iran yang baru, Ali Akbar Salehi, mengatakan dalam konperensi pers bahwa Iran telah menemukan cara-cara pengobatan baru dengan nuklir, menyatakan bahwa perkembangan-perkembangan itu membuktikan maksud damai program nuklirnya. Iran, tandasnya, tidak punya alasan mengembangkan senjata nuklir.

Salehi mengatakan negara-negara Barat sendiri punya senjata nuklir, dan bahkan mengembangkannya lebih jauh lagi, tetapi mereka masih saja menuding kami. Tetapi, tegasnya, Iran tidak membutuhkan senjata nuklir, karena tidak sesuai dengan doktrin Iran dan karena Iran punya agama Islam yang lebih kuat daripada senjata nuklir, selain sumber daya rakyatnya sendiri.

Para petinggi Iran terus bersitegas bahwa Iran tidak mengejar senjata nuklir. Namun, kebanyakan negara Barat, curiga bahwa Iran menggunakan program sipilnya untuk menutupi upaya militer bawah tanah dalam membangun senjata nuklir.

Alex Vatanka, pakar kelahiran Iran pada Lembaga Timur Tengah di Washington menekankan bahwa Ali Akbar Salehi nampaknya berupaya menunjukkan daftar posisi Iran seperti biasanya, tanpa menyebutkan suatu hal yang baru atau khusus.

Tur nuklir Iran pada hari Sabtu ini dilakukan lima hari sebelum dimulainya perundingan di Istanbul, Turki, antara Iran dengan negara-negara besar dunia. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berulangkali menegaskan bahwa Iran tidak berkeinginan membahas program nuklirnya dalam perundingan tersebut.

XS
SM
MD
LG