Tautan-tautan Akses

Intelijen AS: Rusia Akan Coba Pengaruhi Pemilihan Kongres


Dari kiri-kanan: Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray; Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Mike Pompeo; Direktur Intelijen (DNI) Dan Coats; Direktur Badan Intelijen Pertahanan Robert Ashley; Direktur Badan Keamanan Nasional(NSA) Michael Rogers; dan Direktur Badan Intelijen Geospasial Nasional Robert Cardillo memberikan kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat dalam dengar pendapat "Worldwide Threats" di Capitol Hill, di Washington, 13 Februari 2018.
Dari kiri-kanan: Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) Christopher Wray; Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Mike Pompeo; Direktur Intelijen (DNI) Dan Coats; Direktur Badan Intelijen Pertahanan Robert Ashley; Direktur Badan Keamanan Nasional(NSA) Michael Rogers; dan Direktur Badan Intelijen Geospasial Nasional Robert Cardillo memberikan kesaksian di hadapan Komite Intelijen Senat dalam dengar pendapat "Worldwide Threats" di Capitol Hill, di Washington, 13 Februari 2018.

Hanya beberapa minggu lagi menjelang pemilihan pendahuluan anggota Kongres, para pejabat tinggi intelijen Amerika Serikat mengingatkan bahwa Rusia tampak hendak mengganggu pemilihan tahun ini seperti halnya dalam pemilihan presiden Amerika tahun 2016.

Pemimpin badan intelijen besar mengemukakan kepada Komisi Intelijen Senat, Selasa (13/2), bahwa Moscow memandang pemilihan sela sebagai kesempatan melakukan operasi menanamkan pengaruh.

“Minimum, kami menduga Rusia akan terus menggunakan propaganda, media sosial serta berbagai cara lain untuk mempengaruhi danmemperuncing perpecahan sosial dan politik di Amerika” kata Dan Coats, Direktur Badan Intelijen Nasional.

Pemilihan sela diadakan 6 November, sedangkan pemilihan pendahuluan yang paling awal diadakan 6 Maret.

Bulan lalu, Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan ia sangat menduga Russia akan mencampuri pemilihan sela. Dia menegaskan kembali perkiraannya pada Selasa. [al]

XS
SM
MD
LG