Tautan-tautan Akses

Insiden Penyanderaan di Papua, Kapolri: Semua Penumpang Sudah Dievakuasi, Pilot Masih Dicari


Polisi menjaga rumah sakit tempat para pekerja yang diancam oleh pemberontak Papua dibawa untuk pemeriksaan medis di Mimika, Provinsi Papua, Rabu, 8 Februari 2023. (AP/Saldi Hermanto)
Polisi menjaga rumah sakit tempat para pekerja yang diancam oleh pemberontak Papua dibawa untuk pemeriksaan medis di Mimika, Provinsi Papua, Rabu, 8 Februari 2023. (AP/Saldi Hermanto)

Kepolisian Indonesia memastikan seluruh penumpang pesawat Susi Air yang sempat dikabarkan disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) telah berhasil dievakuasi. Namun, polisi masih mencari keberadaan pilot berkewarganegaraan Selandia Baru yang masih disandera. 

VOA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan seluruh penumpang pesawat Susi Air telah berhasil dievakuasi. Sebelumnya, pesawat Susi Air dengan nomor registrasi PK-BVY yang mendarat di Lapangan Udara Paro, Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Tengah, dibakar oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Selasa lalu (7/2).

“Untuk penumpang saat ini semuanya sudah bisa dievakuasi. Tidak ada disandera,” kata Sigit di Jakarta, Rabu (8/2).

Namun polisi masih mencari keberadaan pilot Susi Air bernama Phillips Mark Mehrtens yang berkewarganegaraan Selandia Baru dan masih disandera oleh KKB. Menurut Sigit, petugas Satgas Damai Cartenz yang terdiri anggota TNI-Polri sedang melakukan pencarian pilot asal kota Christchurch itu.

Pesawat Susi Air yang sempat disandera KSB saat berada di lapangan terbang Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat, 12 Maret 2021. (Courtesy: Kapen Kogabwilhan III).
Pesawat Susi Air yang sempat disandera KSB saat berada di lapangan terbang Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat, 12 Maret 2021. (Courtesy: Kapen Kogabwilhan III).

“Kami sudah bicara dengan (pihak) Selandia Baru bahwa serahkan ke kami. Kami akan ambil langkah-langkah penyelamatan terhadap pilot Susi Air,” ungkapnya.

PM Selandia Baru: Kedubes di Jakarta Terus Berkoordinasi

Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins dalam konferensi pers di Wellington, Rabu (8/2) mengatakan belum bisa bicara banyak tentang upaya penyelamatan Mehrtens kepada publik, tetapi menegaskan bahwa dukungan konsuler telah diberikan kepada pihak keluarga, dan bahwa kantor Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta terus berkoordinasi dengan seluruh pihak tentang hal ini.

Insiden Penyanderaan di Papua, Kapolri: Semua Penumpang Sudah Dievakuasi, Pilot Masih Dicari
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:23 0:00

Panglima TNI: Susi Air Tak Patuhi Peringatan Aparat

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, mengatakan pihaknya telah mengingatkan agar Susi Air tidak melakukan penerbangan di Distrik Paro. Namun, Susi Air tak menghiraukannya. “Dari awal sudah kami larang untuk melaksanakan penerbangan di situ. Ternyata mereka memaksakan, daerah situ rawan,” ujarnya.

Panglima TNI menambahkan bahwa pihaknya telah mengirimkan pasukan ke Distrik Paro untuk mencaritahu keberadaan pilot Susi Air itu.

“Ini sudah kami kirim pasukan ke sana untuk penebalan, sekalian evakuasi juga untuk mengamankan di Distrik Paro. Ke depannya akan diamankan karena ada bandara yang ternyata digunakan masyarakat untuk penerbangan sipil,” ungkapnya.

Yudo menambahkan meskipun belum ditemukan, tetapi keberadaannya sudah terdeteksi. “Belum (ditemukan) tapi sudah terdeteksi. Prioritasnya saat ini untuk mencari pilot,” tandasnya.

TPNPB-OPM Mengaku Bertanggungjawab

Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, mengakui pihaknya telah menyandera pilot Susi Air itu. Mereka pun tak akan membebaskan pilot tersebut sebelum permintaan TPNPB-OPM dituruti.

“Kami tidak akan pernah kasih kembali atau lepas pilot yang disandera ini kecuali NKRI mengakui dan melepaskan kami dari negara kolonial Indonesia (Papua merdeka),” pungkasnya.[aa/em]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG