Tautan-tautan Akses

Inggris Target Korupsi Global dengan UU untuk Sita Kekayaan yang Tak Jelas Asal Usulnya


Wakil Perdana Menteri Rusia Igor Shuvalov menghadiri sebuah sesi pada hari ketiga dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 19 Januari 2017. (Foto: dok).

Para politisi, tokoh-tokoh masyarakat dan penjahat yang diduga membeli properti dengan uang hasil kejahatan akan dipaksa untuk menjelaskan kekayaan mereka itu. Bila tidak, aset mereka akan disita berdasarkan legislasi baru yang akan diberlakukan di Inggris bulan ini.

Legislasi yang disebut Unexplained Wealth Orders (UWO) itu disambut baik para aktivis, yang menyatakan ibukota Inggris merupakan pusat jaringan global dari uang hasil penggelapan.

Organisasi anti-korupsi Transparency International telah mengidentifikasi lima properti yang mereka katakan dapat mulai diinvestigasi oleh pihak berwenang Inggris dengan menggunakan UWO.

Di antara kelima properti itu adalah dua apartemen yang menghadap Sungai Thames yang bernilai sekitar 15 juta dolar. Menurut aktivis antikorupsi yang juga politisi oposisi Rusia Alexey Navalny, kedua apartemen itu dimiliki oleh Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Igor Shuvalov, yang menyatakan bahwa gaji tahunannya 157 ribu dolar.

Baca juga: Aktivis Anti Korupsi Adakan 'Tur Properti' Hasil Pencucian Uang di London

Jadi bagaimana Shuvalov mampu memiliki properti tersebut? Legislasi baru itu harus digunakan untuk menyelidikinya, kata Rachel Davies Teka, ketua bidang advokasi Transparency International.

Badan Anti-Kejahatan Nasional Inggris menyatakan ada sekitar 100 miliar dolar uang korupsi yang mengalir lewat London setiap tahun, sebagian besar adalah dana masyarakat yang dicuri dari anggaran pemerintah.

Rumah besar paman Bashar al-Assad, Rifaat al-Assad, di Bessancourt, utara Paris, 13 September 2013. (Foto: dok).
Rumah besar paman Bashar al-Assad, Rifaat al-Assad, di Bessancourt, utara Paris, 13 September 2013. (Foto: dok).

Para aktivis juga menyebut kasus rumah bernilai 18 juta dolar di kawasan Mayfair, London, yang hingga tahun lalu dimiliki Rifaat al-Assad, paman presiden Suriah Bashar al-Assad. Para penyelidik meyakini ia menggelapkan lebih dari 300 juta dolar dana pemerintah. Ia menjual rumah tersebut sebelum disita oleh pihak berwenang dan mengklaim kekayaannya berasal dari para pendukung Arabnya yang kaya.

Mereka yang ingin menyembunyikan kekayaan kerap menggunakan jejaring perusahaan-perusahaan di luar negeri yang rumit untuk menyembunyikan identitas mereka.

Para aktivis memperingatkan bahwa legislasi itu akan efektif jika pemerintah Inggris bersedia menerapkannya dan menunjukkan keseriusannya untuk mengakhiri peran sentral London dalam korupsi global. [uh]

XS
SM
MD
LG