Tautan-tautan Akses

Inggris, AS Beri Sanksi Agen-agen Intelijen Rusia terkait Peracunan Navalny


Menlu Inggris Dominic Raab mengumumkan sanksi terhadap pejabat Rusia (foto: dok).

Inggris dan AS hari Jumat (20/8) memberlakukan sanksi terhadap orang-orang yang berperan sebagai operator intelijen Rusia serta bertanggung jawab atas peracunan terhadap pengkritik Kremlin Alexey Navalny.

Kedua negara mengumumkan bahwa 7 orang warga Rusia telah dikenai sanksi dan menerbitkan pernyataan bersama yang memperingatkan Rusia sehubungan penggunaan senjata kimia.

Secara terpisah Washington memberlakukan sanksi terhadap dua laki-laki lainnya dan empat lembaga Rusia yang katanya terlibat dalam penelitian senjata kimi atau apa yang digambarkannya merupakan usaha pembunuhan terhadap Navalny.

Navalny diterbangkan ke Jerman untuk pengobatan medis setelah diracuni di Siberia pada 20 Agustus 2020, dengan apa yang oleh pakar Barat disimpulkan sebagai agen saraf Novichok.

Alexei Navalny, pengkritik Kremlin yang kini dipenjara (foto: dok).
Alexei Navalny, pengkritik Kremlin yang kini dipenjara (foto: dok).

Moskow menyangkal temuan ini dan menuduh pihak Barat melakukan kampanye pencemaran terhadap Rusia.

“Orang-orang yang dikenakan sanksi bertanggung jawab langsung dalam perencanaan dan pelaksanaan serangan terhadap Navalny,” demikian kata pernyataan Kementerian Luar Negeri Inggris.

Menlu Inggris Dominic Raab mengatakan, langkah ini merupakan peringatan terhadap Rusia.

“Kami mengirim sebuah pesan jelas bahwa penggunaan senjata kimia oleh negara Rusia merupakan pelanggaran hukum internasional, dan sebuah penyelidikan kriminal yang transparan harus dilakukan,” katanya.

Sanksi-sanksi ini akan berdampak pada orang-orang ini yang memiliki aset di luar negeri.

Dokumen Inggris itu menyebut Alexey Alexandrov, Vladimir Panyaev, Ivan Osipov, Vladimir Bogdanov, Kirill Vasilyev, Stanislav Makhakov, dan Alexei Sedov. Menurut dokumen tersebut, mereka semuanya adalah anggota badan keamanan Rusia (FSB) dan terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam usaha meracuni itu.

Departemen Keuangan AS mengatakan, pihaknya memberlakukan sanksi pada tujuh laki-laki yang sama dan dua pejabat Rusia lainnya yang katanya terlibat dalam usaha meracuni itu: Konstansin Kudryavtsev dan Artur Zhirov.

Sanksi juga dijatuhkan terhadap Criminalistics Institute FSB, sebuah laboratorium di mana sebagian besar orang yang dikenakan sanksi tersebut bekerja, serta State Institute for Experimental Military Medicine, sebuah lembaga di bawah Departemen Pertahanan Rusia.

Departemen Luar Negeri AS juga memberlakukan sanksi terhadap dua lembaga ilmiah militer Rusia lainnya yang terlibat dalam senjata kimia, katanya.

Baik Kremlin maupun pejabat-pejabat di atas tidak memberi komentar segera. [jm/pp]

Recommended

XS
SM
MD
LG