Tautan-tautan Akses

India Mungkin Longgarkan Pembatasan Ekspor Vaksin COVID-19


Seorang perawat India menyiapkan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India (foto: dok).

Ada optimisme yang berkembang bahwa India akan melanjutkan ekspor vaksin COVID-19 karena berkembang cepatnya produksi, sehingga menempatkan negara itu di jalur yang tepat untuk memvaksinasi orang dewasa dalam beberapa bulan mendatang.

“Kami telah menetapkan target 1,85 miliar dosis untuk kami sendiri. Hal ini sudah akan dicapai pada akhir Desember dan setelah itu pemerintah akan mengijinkan ekspor vaksin,” ujar NK Arora, kepala kelompok penasehat teknis nasional tentang imunisasi kepada VOA. Ditambahkannya, “kami akan memiliki beberapa miliar dosis vaksin lagi tahun depan.”

India, yang memproduksi vaksin dalam jumlah besar, diharapkan akan menjadi pemasok utama vaksin COVID-19 yang terjangkau ke negara-negara berkembang.

Namun setelah memasok 66 juta dosis ke hampir 100 negara, India pada April lalu menghentikan ekspor karena merebaknya gelombang kedua pandemi yang mematikan, sehingga memperlambat program inokulasi negara-negara lain, dari Afrika hingga ke Indonesia.

Belum ada pernyataan resmi soal jangka waktu dimulainya kembali ekspor vaksin itu, sementara para pejabat menekankan bahwa untuk saat ini fokus utama adalah pada kebutuhan di dalam negeri. “Pertama, seluruh orang dewasa di India harus diimunisasi, kami harus merawat warga kami dulu,” tegas Arora.

Isu Vaksin Diperkirakan Dibahas dalam Pertemuan The Quad

Isu pasokan vaksin diperkirakan akan muncul dalam pertemuan puncak negara-negara Quad – Amerika, Jepang, India dan Australia – yang akan berlangsung di Washington DC Jumat nanti (24/9).

Pakar-pakar kesehatan masyarakat mengatakan India kemungkinan akan menunggu untuk memulai kembali ekspor vaksin itu hingga musim perayaan di negara itu berakhir pada November mendatang, untuk memastikan agar tidak perlu bergulat lagi dengan pandemi gelombang ketiga. Saat ini pihak berwenang di India berlomba-lomba memberikan setidaknya satu dosis vaksin untuk semua orang dewasa di negara itu.

India telah menginokulasi sedikitnya dua per tiga populasinya, tetapi hanya 20% dari sekitar 900 juta orang dewasa yang telah divaksinasi penuh.

Ketika lonjakan perebakan yang ganas menelan banyak korban jiwa April lalu, pemerintah India dikecam keras karena mengekspor vaksin, padahal sebagian besar populasinya sendiri belum divaksinasi.

India telah didesak untuk melanjutkan ekspor vaksin karena program vaksinasi negara itu mendapat momentum dan pasokan vaksin meningkat.

WHO: Pasokan dari India Diharapkan Dimulai Kembali

Dalam konferensi pers di Jenewa Selasa lalu (14/9), Badan Kesehatan Dunia WHO mengatakan telah dipastikan bahwa pasokan dari India akan kembali dimulai tahun ini. Para pejabat WHO mengatakan diskusi di New Delhi telah menekankan pentingnya memastikan India sebagai “bagian dari solusi Afrika.” Negara-negara di Afrika berjuang keras untuk menginokulasi warga mereka, di mana hanya sekitar 3% dari populasi benua itu yang telah divaksinasi.

The Serum Institute of India, produsen terbesar vaksin AstraZeneca di dunia, telah mengatakan bahwa ekspor vaksin dapat dimulai kebali setelah India mendekati tingkat ketersediaan vaksin yang cukup bagi warganya. Institut ini merupakan salah satu pemasok utama vaksin yang terjangkau bagi COVAX, tetapi kemampuan platform berbagi vaksin itu untuk mendapatkan dosis yang cukup bagi negara-negara berpengasilan rendah dan menengah terpukul ketika India menghentikan sementara ekspor vaksinnya. [em/ka]

Recommended

XS
SM
MD
LG