Tautan-tautan Akses

India Janji Percepat Pembangunan di Kashmir Setelah Cabut Status Kawasan Khusus


Tentara paramiliter India memeriksa bawaan seorang pria yang mengendarai skuter saat jam malam di Srinagar, wilayah Kashmir yang dikuasai India, Kamis, 8 Agustus 2019.

Meski Kashmir bagian India masih berada dalam status “lockdown” atau ditutup yang belum pernah terjadi sebelumnya, Perdana Menteri India Narendra Modi berjanji pada rakyat Kashmir dimulainya “zaman baru” setelah pemerintah mencabut status kawasan khusus, dan meletakkan daerah itu langsung di bawah pemerintahan India.

Berbicara lewat radio dan televisi, Modi mempertahankan keputusannya mencabut status khusus Kashmir, karena katanya status itu justru menghambat kemajuan, memicu terorisme dan digunakan oleh Pakistan untuk “menghasut rakyat.” India, kata Modi akan menumpas teroris dan terorisme.

India menuduh Pakistan menghasut pemberontakan separatis selama tiga dasawarsa terakhir di kawasan pegunungan Himalaya yang diklaim oleh kedua negara.

Karena semua saluran komunikasi di Kashmir ditutup untuk hari keempat, tidak jelas bagaimana masyarakat Muslim di kawasan itu bereaksi atas janji pemimpin Hindu itu untuk menjalankan pembangunan, menciptakan lapangan kerja dan pemerintahan yang baik.

Kebanyakan warga Kashmir hanya bisa mendengar pidato Modi lewat radio karena jaringan internet dan televisi kabel masih diblokir.

Karena adanya insiden pelemparan batu yang dilaporkan walaupun adanya jam malam yang ketat, ada kekhawatiran aksi-aksi protes yang luas akan meletus dalam hari-hari mendatang. Kemarahan dan kebencian terus berkembang, bukan hanya karena keputusan India mengakhiri status khusus Kashmir yang telah berlangsung 70 tahun, tapi juga karena pemberangusan total saluran komunikasi yang praktis menutup seluruh kawasan itu.

Polisi yang mengenakan seragam anti huru-hara ditempatkan di jalan-jalan di Ibu Kota Srinagar dan halang rintang kawat berduri dipasang di persimpangan jalan utama.[ii/pp]

XS
SM
MD
LG