Tautan-tautan Akses

IEA: Permintaan Batu Bara Dunia Diperkirakan Turun Dalam 5 Tahun


Seorang pendemo memegang poster bertuliskan slogan meminta penggunaan batu bara dihentikan di seluruh dunia, dalam Konferensi Iklim ke-23 di Bonn, Jerman, 15 November 2017.

Permintaan batu bara dunia akan menurun dalam lima tahun, dengan hanya tumbuh 0,5 persen atau sedikit lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan sekarang, karena penurunan konsumsi China, Badan Energi Internasional atau IEA mengatakan dalam laporannya, seperti dikutip Reuters, Senin (18/12).

Konsumsi batu bara tahun lalu anjlok sebanyak 1,9 persen menjadi 5,357 miliar tons, dibanding setahun sebelumnya. Rendahnya harga gas, kenaikan penggunaan energi terbarukan dan efisiensi, mengurangi permintaan, kata IEA dalam laporan tahunan pasar batu bara.

Permintaan batu bara dunia diperkirakan tumbuh rata-rata 0,5 persen setahun menjadi 5,534 miliar tons pada 2022, “hanya naik sedikit dari tingkat permintaan saat ini dan artinya penggunaan batu bara tidak akan stagnan untuk sekitar satu dekade,” kata badan tersebut.

Penggunaan batu bara akan berkurang di Eropa, Kanada, Amerika dan China, konsumen batu bara terbesar di dunia. Namun di Asia Tenggara, India, Pakistan dan Bangladesh, konsumsi batu bara diperkirakan meningkat.

Dari sisi pasokan, total pasokan batu bara dunia diperkirakan akan naik 0,8 persen setiap tahun menjadi 5,534 miliar ton pada 2020, didorong oleh produksi dari negara-negara non-OECD.

Batu bara diperkirakan akan menyumbang 26 persen pada bauran energi di 2022, turun dari 27 persen di 2016, menurut laporan tersebut.

Setelah bertahun-tahun melemah, harga batu bara diperkirakan akan meneruskan tren penguatan tahun ini, dipicu oleh pengurangan produksi China yang dibarengi dengan penguatan permintaan di kawasan Asia-Pasifik dan Eropa. [fw]

XS
SM
MD
LG