Tautan-tautan Akses

Kebijakan Trump Tak Berdampak Banyak Pada Pemulihan Industri Batu Bara

  • Steve Baragona

Pembangkit Listrik Tenaga Batu Bara Scherer, salah satu penghasil karbon dioksida terbanyak di Amerika, 3 Juni 2017.

Dalam KTT Paris 2015 yang bersejarah, para pemimpin dunia berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk menghindari perubahan iklim yang merusak. Tanggal 6-17 November nanti para perunding PBB akan kembali menyusun rincian bagaimana cara mengurangi emisi gas yang memanaskan Planet Bumi.

Ini adalah konferensi pertama sejak Presiden Donald Trump mengatakan Amerika akan menarik diri dari kesepakatan tersebut dan menyisakan pertanyaan tentang arah emisi gas rumah kaca Amerika.

Pada saat Trump berkampanye untuk menjadi presiden, dia berjanji mengembalikan pekerjaan para penambang batu bara. Sejak menjabat, dia berupaya membatalkan kebijakan yang bertujuan mengurangi emisi gas rumah kaca dari pembangkit listrik tenaga batu bara dan di tempat-tempat lainnya.

Upaya tersebut termasuk langkah untuk membatalkan peraturan pemerintahan Obama yang menyasar pembangkit listrik tenaga batu bara yang dikenal sebagai Clean Power Plan.

"Mungkin tidak ada satu pun peraturan yang mengancam para penambang, pekerja energi dan perusahaan kita daripada serangan yang menghancurkan industri Amerika ini,” kata Trump.

Namun menurut Amit Ronen dari George Washington University dampaknya terhadap emisi Amerika mungkin akan sedikit.

Pembangkit listrik tenaga batu bara ditutup di seluruh negeri. Perusahaan-perusahaan listrik beralih ke gas alam bersih yang lebih murah.

Sumber-sumber terbarukan seperti angin dan matahari sedang populer sehingga membuat harga anjlok. Harga listrik dari energi terbarukan bersaing dengan bahan bakar fosil di banyak tempat.

Namun tindakan administrasi Trump lainnya masih bisa memulihkan batu bara. Kasus perdagangan tidak lama lagi akan memberi wewenang kepada presiden untuk menetapkan tarif pada panel surya impor – di mana hampir semua panel surya di Amerika berasal dari impor. Ini bisa merugikan 88.000 lapangan kerja, kata Tony Clifford dari perusahaan pengembang Standard Solar.

Para ahli mengatakan bahwa banyak negara bagian dan kota meningkatkan upaya untuk mengurangi gas rumah kaca, meskipun pemerintah federal menariknya kembali. Jadi tarif federal tidak akan membunuh industri energi terbarukan, kata analis Rhodium Group John Larsen.

DOE - Departemen Energi - telah mengusulkan untuk membayar batu bara dan pembangkit nuklir lebih mahal daripada listrik dari sumber energi yang lain. Menteri Energi, Rick Perry, mengatakan pembangkit ini memberikan daya konstan dan andal yang tidak dimiliki sumber lain.

Pada akhirnya, para ahli mengatakan bahwa pemerintahan Trump punya kekuatan terbatas untuk menyelamatkan industri batubara.

Meski demikian, sementara berkurangnya pemakaian batubara membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, para ahli mengatakan hasilnya tidak cukup cepat untuk menghindari dampak perubahan iklim yang terburuk. [my/al]

XS
SM
MD
LG