Tautan-tautan Akses

Hubungan Australia dan China Hadapi Masa Sulit


Pemerintahan PM Malcolm Turnbull dan parlemen Australia melakukan perombakan besar-besaran UU intelijen, yang memperoleh reaksi tidak senang dari Beijing. (Foto: ilustrasi).
Pemerintahan PM Malcolm Turnbull dan parlemen Australia melakukan perombakan besar-besaran UU intelijen, yang memperoleh reaksi tidak senang dari Beijing. (Foto: ilustrasi).

Seorang diplomat senior Australia mengakui hubungan negaranya dengan mitra dagang terbesarnya, China, sedang mengalami masa-masa yang sulit. Komentar terus-terang dari kepala bidang perdagangan Departemen Luar Negeri Australia itu muncul dalam sidang parlemen di Canberra.

Hubungan antara Australia dan China jarang tanpa masalah atau ketegangan. Dalam beberapa bulan terakhir, Australia mengadakan perombakan besar-besaran UU intelijennya untuk mengatasi campur tangan asing dalam politik dalam negerinya.

Walaupun Perdana Menteri Malcolm Turnbull berbicara tentang "laporan yang meresahkan tentang pengaruh China" di Australia, dia menegaskan, perombakan UU intelijen itu tidak ditujukan pada satu negara tertentu. Namun, China bereaksi tidak senang dan mengatakan, tidak berniat mencampuri urusan dalam negeri Australia.

Kepala bidang perdagangan Departemen Luar Negeri Australia, Frances Adamson mengatakan, hubungan bilateral seringkali diwarnai dengan percekcokan.

"Dalam hubungan kami dengan China, ada masanya ketika China tidak sepenuhnya sepakat dengan segala hal yang mungkin ingin kami lakukan untuk kepentingan nasional kami. Penting bagi kami untuk menegaskan hal itu," kata Adamson.

Ketegangan lain adalah mengenai Laut China Selatan. Australia selalu mendorong kebebasan berlayar di perairan internasional di jalur air yang strategis itu.

Namun China mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, termasuk sekelompok pulau-pulau kecil, dan secara langsung menantang klaim wilayah negara tetangganya, Malaysia, Vietnam, Filipina dan Taiwan.

Menteri pertahanan Australia, Marise Payne mengatakan, Australia akan terus menegaskan haknya di wilayah itu.

"Dalam 12-18 bulan terakhir, kami telah meningkatkan kegiatan di kawasan ini, dan tahun lalu Pasukan Pertahanan Australia melakukan latihan angkatan laut terbesar yang pernah kami lakukan di wilayah itu," ujar Payne.

Australia harus meniti jalur diplomatik yang rawan antara China, mitra dagang terbesarnya, hubungan yang mendukung kemakmuran Australia belakangan ini, dan aliansi militernya yang sudah berlangsung lama dengan Amerika sejak awal 1950-an. [ps/ii]

Recommended

XS
SM
MD
LG