Tautan-tautan Akses

HRW: Tahan Kapal Tangki Minyak, Houthi Harus Dikenai Sanksi


Gambar satelit yang dirilis 15 Juli 2020, kapal tanker FSO Safe berlabuh di terminal laut Ras Isa, Yaman, 17 Juni 2020. (Foto: dok).
Gambar satelit yang dirilis 15 Juli 2020, kapal tanker FSO Safe berlabuh di terminal laut Ras Isa, Yaman, 17 Juni 2020. (Foto: dok).

Kelompok HAM internasional Human Rights Watch (HRW), Senin (27/7), mendesak Dewan Keamanan PBB untuk memberlakukan sejumlah sanksi terhadap kelompok pemberontak Houthi jika mereka tidak memberi sejumlah pakar PBB akses ke kapal tangki minyak yang dijangkarkan di lepas pantai Yaman dan berisiko mengalami kebocoran.

FSO Safer, nama kapal itu, bermuatan 1,1 juta barel minyak mentah. Para pemberontak Houthi yang mengontrol kawasan itu telah menolak akses sejumlah pengawas PBB ke kapal itu.

PBB memperingatkan sebelumnya bulan ini mengenai kemungkinan bencana lingkungan, ekonomi dan kemanusiaan yang bisa ditimbulkan kapal yang telah dibiarkan tak terawat selama lebih dari lima tahun itu.

Kapal yang berfungsi sebagai gudang penyimpan minyak itu sendiri telah dijangkarkan di sana sejak 1987. Sejak dikuasai Houthi lebih dari lima tahun lalu, kapal itu telah dibiarkan tak terawat.

HRW mengatakan, tumpahan minyak dari kapal itu bisa memperburuk krisis kemanusiaan di Yaman. Bencana itu, seandainya terjadi, bisa menutup pelabuhan Hodeida, yang menyokong hidup jutaan warga Yaman yang hidupnya tergantung produk-produk impor dan bantuan kemanusiaan.

“Kapal tangki itu merupakan ancaman yang dapat merusak keseluruhan ekosistem, dan menghancurkan kehidupan jutaan orang yang sudah menderita akibat perang Yaman,” kata Gerry Simpson, direktur urusan krisis dan konflik di HRW.

Dokumen-dokumen yang diperoleh Associated Press bulan lalu menunjukkan, air laut telah memasuki kompartemen kapal tangki itu sehingga menimbulkan kerusakan pada pipa-pipa dan meningkatkan risiko tenggelam. Karat telah menutupi sebagian kapal dan sistem keamanan untuk mencegah ledakan telah rusak. Sejumah pakar mengatakan, perbaikan kapal tidak mungkin dilakukan karena kerusakannya yang sudah parah.

Houthi sebelumnya mengisyaratkan akan menyetujui misi PBB ke kapal itu, namun sejauh ini tidak merealisasikannya. HRW juga meminta Iran mendesak para pemberontak yang didukungnya agar bersedia bekerja sama. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG