Tautan-tautan Akses

Helikopter MI-17 Ditemukan di Pegunungan Mandala Papua, TNI Siap Evakuasi


Lokasi jatuhnya helikopter TNI Angkatan Darat yang hilang sejak Juni 2019 lalu dan ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (10/2). (Foto Courtesy: Pendam XVII/Cendrawasih, Papua)

TNI telah menemukan helikopter MI-17 yang hilang kontak sejak Juni 2019 dan berencana segera melakukan evakuasi korban. Namun Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), yang lebih dulu mengklaim temuan itu, menolak membantu. 

Helikopter MI-17 milik TNI Angkatan Darat yang hilang sejak Juni 2019 lalu telah ditemukan di salah satu tebing di Pegunungan Mandala, Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab yang ikut dalam operasi pencarian menggunakan helikopter AS 350 B2 milik Demonim Air, mengatakan pihaknya bersama Bupati Pegunungan Bintang, Constan Oktemka menemukan puing-puing helikopter MI-17 pada Senin (10/2) sekitar pukul 09.00 WIT.

"Betul, tadi saya melihat langsung lokasi puing dari ketinggian 12.500 kaki," katanya.

TNI mengatakan siap melakukan evakuasi mayat para korban, tetapi akan mempersiapkan terlebih dahulu operasi itu secara matang karena lokasi puing berada di tebing dengan sudut hampir 90 derajat.

"Mengingat lokasi tersebut masih dianggap sakral oleh masyarakat. Kami juga mohon izin dan restu kepada seluruh masyarakat Distrik Oksop untuk mendukung kami dalam misi kemanusiaan. Tentunya dalam waktu dekat kami akan melakukan kegiatan evakuasi bagi para prajurit kami yang gugur dan menjadi korban dalam kecelakaan helikopter tersebut," jelas Pangdam XVII/Cenderawasih.

Klaim Temukan Helikopter Lebih Dulu, TNPB-OPM Enggan Bantu Evakuasi

Sementara itu, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom mengatakan pihaknya telah terlebih dahulu menemukan bangkai helikopter MI-17 di Kabupaten Pegunungan Bintang.

"TPNPB yang temukan sebelumnya. TNI lihat foto dari kami, itu mempermudah TNI bikin pemetaan. Tapi kalau saja masuk di wilayah TPNPB, maka kami siap lakukan penyerangan dan akan lawan," katanya kepada VOA melalui pesan singkat.

Lanjutnya, menurut laporan dari pasukan TPNPB-OPM di lokasi jatuhnya helikopter MI-17 hanya tersisa puing-puing dan mayat para korban juga telah sulit dikenali. Ketika ditanya demi alasan kemanusiaan apakah TPNPB tidak ingin membantu agar mayat-mayat para korban dapat dievakuasi. Mereka enggan membantu.

"Mayat-mayat itu tinggal tulang-tulang saja," tuturnya.

Helikopter MI-17 No Reg HA 5138 dinyatakan hilang sejak tanggal 28 Juni 2019. Helikopter tersebut dinyatakan hilang kontak ketika terbang dari Oksibil menuju Jayapura sesaat setelah melaksanakan dropping logistik bagi pos TNI yang berada di Kabupaten Pegunungan Bintang. Helikopter MI-17 mengangkut tujuh orang kru dan lima orang prajurit Satgas Yonif 725/Woroagi. Dari pengamatan udara terhadap puing-puing, kuat dugaan bahwa helikopter tersebut menabrak dinding tebing saat cuaca berkabut tebal. [aa/em]

Lihat komentar (1)

Recommended

XS
SM
MD
LG