Tautan-tautan Akses

Hari Terakhir KTT G20, Demonstran Bentrok dengan Polisi


Para pengunjuk rasa menghadapi meriam air polisi selama demonstrasi anti G-20 di Hamburg, Jerman, 8 Juli 2017 (foto: Axel Heimken/dpa via AP)

Demonstrasi damai hari Sabtu menentang KTT G20 yang dihadiri pemimpin global di Hamburg diwarnai dengan bentrokan antara ratusan militan anti-kapitalis dengan polisi Jerman di Hamburg.

Ratusan militan anti-kapitalis bentrok dengan polisi Jerman di tengah-tengah demonstrasi damai hari Sabtu menentang KTT G20 yang dihadiri pemimpin global di Hamburg, setelah dua hari bentrok dengan kekerasan yang mencemari KTT itu.

Sabtu malam, setelah para pemimpin meninggalkan Hamburg, polisi melontarkan meriam air untuk membubarkan demonstran yang masih ada, banyak dari mereka mabuk, dan mulai melempar botol dan benda lain. UGD Rumah Sakit merawat orang-orang yang terluka namun tidak menyebut jumlah.

Sekelompok wanita mengangkat megafon selama unjuk rasa menentang pertemuan puncak G-20 di Hamburg, Jerman, 8 Juli 2017
Sekelompok wanita mengangkat megafon selama unjuk rasa menentang pertemuan puncak G-20 di Hamburg, Jerman, 8 Juli 2017

Ketegangan meningkat sepanjang hari setelah kerusuhan Jumat malam ketika orang-orang radikal menjarah toko, membakar mobil dan melempar benda-benda. Pusat kota itu sarat toko-toko mewah di jalan-jalan utama yang dibarikade dan banyak dijaga petugas keamanan.

Lebih 50 ribu orang berkumpul untuk melancarkan demonstrasi "Tidak menyambut G20" di kota pelabuhan itu pada siang. Pada satu ketika, kelompok sekitar 120 orang, beberapa dari mereka bertopeng, menendang dan menyerang polisi dengan tiang bendera sebelum melarikan diri.

Kanselir Angela Merkel, yang menghadapi pemilihan September, menegaskan komitmennya bagi kebebasan berpendapat dengan mengadakan KTT di Hamburg tengah, pusat perdagangan dengan tradisi panjang radikalisme kiri. Gambar-gambar asap yang membubung di bagian-bagian kota, mobil yang terbakar, toko-toko yang hancur dan jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing, bagaimanapun, menimbulkan pertanyaan tentang strateginya, dan polisi dari seluruh Jerman harus dikirim untuk membantu. Merkel, yang menemui polisi dan pasukan keamanan setelah KTT untuk mengucapkan terima kasih, mengutuk kekerasan itu tetapi juga mengatakan mayoritas adalah pemrotes yang damai dan sah.

Kepala polisi Hamburg sebelumnya mengaku terkejut atas "gelombang kemarahan yang merusak", kerusuhan dan pembakaran sejak Kamis. Namun, pada hari Sabtu, umumnya pemrotes muda, sebagian memegang balon, lainnya mendorong kereta bayi, ingin mempertahankan demonstrasi damai sementara musik hip-hop dan Turki keluar dari pengeras suara. [ka]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG