Tautan-tautan Akses

Hari ke-4 Protes Nasional, Presiden Iran Akui Kritik Publik


Dalam foto yang diambil AP dari luar Iran dan oleh individu yang tidak bekerja untuk AP, Polisi anti huru-hara Iran mencegah mahasiswa untuk bergabung dengan demonstran lain yang menggelar demo memprotes perekonomian Iran yang lemah, di Tehran, Iran, 30 Desember 2017.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan rakyatnya berhak melancarkan demonstrasi dan mengkritik pemerintah. Ini adalah tanggapan pertama Rouhani secara terbuka terhadap demonstrasi anti pemerintah yang terjadi di beberapa kota di negara itu yang sudah memasuki hari keempat.

Media pemerintah Iran mengatakan Rouhani membuat komentar mendamaikan tentang demonstrasi dalam sambutannya kepada kabinet, Minggu (31/12). Tetapi mereka juga mengutip Rouhani yang mengatakan demonstran seharusnya berfokus pada pemecahan masalah negara dan memperbaiki kehidupan masyarakat.

Dalam komentar serupa yang diunggah pada akun Twitter dalam bahasa Farsi, Rouhani mengatakan kerusuhan sosial dan penghancuran properti publik tidak bisa diterima.

Dalam komentar Minggu yang dilaporkan media pemerintah, Presiden Iran Rouhani juga mengkritik Presiden Amerika Donald Trump, dengan mengatakan ia "tidak berhak" bersimpati kepada rakyat Iran karena Trump menyebut Iran sebagai negara "teroris" beberapa bulan lalu.

Dalam cuitan sebelumnya, Minggu, Trump mengatakan rakyat Iran "akhirnya menjadi bijak tentang bagaimana uang dan kekayaan mereka dicuri dan disia-siakan untuk teroris." Trump menambahkan pemerintahnya "sangat mencermati" pelanggaran HAM oleh pihak berwenang Iran dalam menanggapi demonstrasi tersebut.

Tanggapan pasukan keamanan Iran terhadap demonstrasi empat hari itu relatif terkendali dibandingkan tindakan keras terhadap protes 2009. [ka]

XS
SM
MD
LG