Tautan-tautan Akses

Hadapi Ketidakpastian Global, Pemerintah akan Umumkan Kebijakan Ekonomi


Para pekerja pelabuhan menurunkan kontainer-kontainer dari sebuah kapal di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 13 Desember 2012. (Foto: AP)

Pemerintah akan mengumumkan beberapa perubahan kebijakan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang untuk membantu sektor industri menghadapi peningkatan ketidakpastian global dan dampak tak langsung dari ketegangan perdagangan antara AS dan China, Reuters melaporkan, Selasa (10/7).

Rincian mengenai langkah-langkah tersebut belum diumumkan. Langkah-langkah itu diambil di tengah upaya pemerintah menstabilkan nilai tukar rupiah dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah sedang menyiapkan langkah-langkah untuk memperbaiki iklim investasi.

Dalam pernyataan resmi, Senin (9/7), Airlangga mengatakan pemerintah akan “mengoptimalkan kebijakan-kebijakan fiskal dalam bentuk pajak ekspor dan impor, dan harmonisasi pajak-pajak impor, sehingga industri memiliki keunggulan kompetitif dan bisa mengekspor.”

Dia mengatakan pemerintah akan memberi lebih banyak insentif untuk ekspor, termasuk mensubsidi proses verifikasi legalitas kayu untuk pengusaha mebel kecil dan menengah, memberikan sertifikat yang memberikan jaminan kepada para pembeli asing bahwa produk kayu yang dibeli bukan dari pembalakan liar.

Perusahaan-perusahaan juga diharapkan mengurangi penggunaan bahan baku impor dalam kegiatan produksi, kata Airlangga.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dalam wawancara dengan Reuters, Senin, mengatakan pemerintah sedang menyiapkan kebijakan untuk mengurangi defisit transaksi berjalan.

Sebelumnya, Senin, Perry juga memperingatkan meningkatnya ketegangan perdagangan AS dan China bisa merugikan perekonomian lain, tidak hanya dari perdagangan, tapi juga melalui saluran-saluran keuangan karena bisa meningkat risiko pengalihan investor. [ft/au]

Recommended

XS
SM
MD
LG