Tautan-tautan Akses

AS

Gubernur Oregon Desak Diakhirinya ‘Siklus Kekerasan’ di Portland


Polisi Portland menahan seorang pria yang bersama saat dia bereaksi beberapa menit setelah insiden penembakan pada 29 Agustus 2020 di Portland, Oregon. (Foto: AFP/Nathan Howard / Getty)

Protes berlanjut pada hari Minggu (30/8) di kota Portland, Oregon, sementara gubernur negara bagian itu bertekad akan memperkuat polisi dan mengatasi masalah mendasar yang telah menggerakkan demonstrasi berbulan-bulan menentang ketidakadilan rasial.

Salah satu kelompok demonstran, Minggu (30/8), berunjuk rasa di sebuah bangunan yang digunakan oleh penegak hukum, dan seperti pada kebanyakan malam semasa demonstrasi, polisi Portland menyatakan kegiatan mereka “melanggar hukum” dan melakukan penangkapan.

Gubernur Oregon Kate Brown dalam suatu pernyataan, Minggu (30/8) larut malam, mengemukakan bahwa setiap orang, termasuk para pejabat terpilih, penegak hukum dan tokoh masyarakat, perlu bersatu menghentikan siklus kekerasan di Portland, dan bahwa “perubahan nyata akan muncul dari kerja keras untuk mencapai keadilan rasial.”

Brown mengumumkan Kepolisian Negara Bagian Oregon akan mengirim petugas ke Portland untuk membebaskan para investigator lokal dari “menangkap dan mendakwa mereka yang terlibat dalam tindak kekerasan,” dan akan menyelenggarakan forum publik dengan Wali Kota Portland Ted Wheeler, penyelenggara protes dan pemimpin masyarakat.

Ia juga mengkritik tindakan “anggota sayap kanan bersenjata” Patriot Prayer yang mengonfrontasi demonstran di berbagai kota, sehari setelah penembakan maut menyusul bentrokan antara para pendukung Presiden Donald Trump dan para demonstran tandingan.

Dalam suatu pernyataan Brown mengemukakan, setiap warga Oregon memiliki hak untuk secara bebas menyampaikan pandangan tanpa takut akan kekerasan maut. Ia menyatakan tidak akan membiarkan Patriot Prayer dan anggota supremasi kulit putih bersenjata menimbulkan pertumpahan darah. [uh/ab]

Lihat komentar (1)

XS
SM
MD
LG