Tautan-tautan Akses

Georgia Pertimbangkan Strategi Percepat Keanggotaan NATO


Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg, kanan, dan Menteri Luar Negeri Georgia Mikheil Janelidze menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri NATO di markas besar NATO, di Brussels, 6 Desember 2017.

Parlemen Georgia di Tbilisi sedang mempertimbangkan strategi untuk mempercepat keanggotaan negara itu dalam NATO setelah hampir satu dekade berusaha bergabung.

Pada 2008, para pemimpin NATO berjanji untuk memberikan keanggotaan kepada Georgia dan Ukraina, tapi tidak memberikan status Rencana Aksi Keanggotaan (MAP), yang bisa mempercepat keanggotaan.

Kini, parlemen Georgia mempertimbangkan secara serius pendekatan jalur cepat yang baru-baru ini diajukan lembaga kajian yang berbasis di Washington.

"Sesuai dengan prioritas nasional dan melalui konsultasi dengan mitra-mitra strategis, kami akan melakukan segala upaya untuk mempercepat integrasi kami," kata Ketua DPR Georgia, Irakli Kobakhidze, kepada VOA, merujuk pada proposal Heritage Foundation untuk memberikan keanggotaan sementara dengan mengecualikan wilayah Georgia yang diduduki Rusia- Abkhazia dan Ossetia Selatan dari jaminan keamanan Pasal 5 NATO.

Pasal 5 mengatakan serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap semua anggota, oleh karena itu Rusia sangat menentang ambisi Georgia untuk bergabung dengan NATO.

"Banyak yang khawatir keanggotaan NATO di Georgia otomatis berarti perang dengan Rusia terkait wilayah-wilayah pendudukan," kata Luke Coffey, analis yang merancang proposal untuk lembaga kajian konservatif itu. "Georgia bisa diundang bergabung dengan NATO dengan mengubah Pasal 6 Pakta Pertahanan 1949 itu."

Pasal 6 mendefinisikan wilayah-wilayah tertentu dalam suatu negara yang dilindungi jaminan keamanan Pasal 5 NATO. [my/ds]

XS
SM
MD
LG